IHSG Tembus Level 6.100

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mempertahankan reboundnya sekaligus menembus level 6.100 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (7/6/2018), seiring reli saham global di tengah membaiknya prospek pemulihan ekonomi.
Renat Sofie Andriani | 07 Juni 2018 17:15 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (23/5/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mempertahankan reboundnya sekaligus menembus level 6.100 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (7/6/2018), seiring reli saham global di tengah membaiknya prospek pemulihan ekonomi.

IHSG ditutup menguat 0,61% atau 36,98 poin di level 6.106,70, level penutupan tertinggi sejak 25 April 2018. Indeks mulai rebound saat dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,35% atau 21,26 poin di level 6.090,97.

Pada perdagangan Rabu (6/6/2018), IHSG berakhir melemah 0,31% atau 19,08 poin di posisi 6.069,71. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 6.077,86 – 6.116,43.

Dari 584 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 233 saham menguat, 155 saham melemah, dan 196 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, seluruh sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor pertanian (+1,60%), finansial (+1,23%), dan aneka industri (+0,68%).

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 mempertahankan reboundnya dan berakhir menguat 0,61% atau 3,22 poin di level 533,21, setelah berakhir melemah 0,57% atau 3,05 poin di posisi 529,98 pada perdagangan kemarin.

Mayoritas indeks saham lain di Asia Tenggara juga bergerak positif, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,03%), indeks FTSE Malay KLCI (+0,49%), dan indeks PSEi Filipina (+1,48%). Adapun indeks SE Thailand turun 0,14% pada pukul 16.06 WIB.

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing berakhir menguat 0,64% dan 0,87%, sedangkan Kospi Korea Selatan menguat 0,69%. Meskipun indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,81%, indeks Shanghai Composite dan indeks CSI 300 China maing-masing turun 0,18% dan 0,17%.

Dilansir dari Bloomberg, bursa saham Asia menguat menuju pekan terbaiknya dalam hampir empat bulan, saat investor berspekulasi pada ekspansi ekonomi global yang lebih kuat menyusul rilis data ekspor Amerika Serikat (AS).

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,7% ke posisi 176,45 pada pukul 4.15 sore waktu Hong Kong, sekaligus memperpanjang kenaikannya menjadi 2,5% pekan ini, menuju kinerja terbaiknya sejak 16 Februari.

Sejumlah indeks saham acuan di kawasan Asia Pasifik seperti Jepang, Australia, dan Hong Kong menguat, sedangkan bursa saham Filipina mampu membukukan penguatan terbesar di kawasan ini.

“Pasar Asia menguat karena data ekspor AS telah meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek pemulihan ekonomi global,” kata Evan Lie Hadiwidjaja, kepala riset di PT Sinarmas Sekuritas, Jakarta, seperti dikutip Bloomberg.

Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) turun ke level terendah dalam tujuh bulan pada bulan April, didorong peningkatan ekspor bahan industri dan kedelai.

Departemen Perdagangan melaporkan defisit perdagangan menyempit 2,1% menjadi US$46,2 miliar, terkecil sejak September. Adapun revisi data untuk Maret menunjukkan defisit perdagangan turun menjadi US$47,2 miliar dari yang dilaporkan sebelumnya yakni US$49,0 miliar.

Sementara itu, ekspor pasokan dan bahan industri mencatat rekor level tertinggi pada April, sedangkan ekspor kedelai meningkat US$0,3 miliar dan ekspor jagung juga meningkat dengan jumlah yang sama.

Laporan Departemen Perdagangan AS yang dirilis pada Rabu (6/6/2018) waktu setempat tersebut menjadi tanda terbaru dari pertumbuhan ekonomi yang kuat pada kuartal kedua.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBRI

+3,81

BBNI

+2,42

GGRM

+2,71

MEGA

+11,11

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

HMSP

-0,54

TLKM

-0,53

MYOR

-1,92

CPIN

-2,14

Sumber: BEI

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top