Cita Mineral Investindo (CITA) Bidik Laba Rp400 Miliar

Emiten tambang logam bauksit PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA) menargetkan laba bersih senilai Rp400 miliar pada 2018.
Hafiyyan | 07 Juni 2018 18:17 WIB
Komisaris PT Cita Mineral lnvestindo Tedy Badrujaman (dari kiri), bertumpu tangan dengan Komisaris Harry Kesuma Tanoto, Direktur Independen Yusak L Pardede, Direktur Utama Lim Hok Seng, dan Direktur Robby Irfan Rafianto seusai rapat umum pemegang saham tahunan di Jakarta, Rabu (6/6/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten tambang logam bauksit PT Cita Mineral Investindo Tbk. (CITA) menargetkan laba bersih senilai Rp400 miliar pada 2018.

Direktur Cita Mineral Investindo Yusak Pardede menyampaikan, pada 2018 kinerja keuangan perusahaan dapat tumbuh signifikan seiring dengan pemberian izin kuota ekspor Mineral Grade Bauxite (MGB) sebesar 3,65 juta ton.

Izin ekspor itu diberikan oleh Kementerian ESDM pada September 2017 dan berlaku hingga September 2018. Namun, realisasi pengapalan baru berlangsung pada Oktober 2017. Dalam periode 8 bulan hingga Mei 2018, realisasi ekspor MGB perseroan mencapai volume 1,7 juta ton.

“Tahun lalu ekspor belum signifikan, baru tahun ini jumlahnya besar. Per April 2018 sudah 1,4 juta ton, per Mei sekitar 1,7 juta ton. Pasar ekspor ini yang menopang kenaikan kinerja perusahaan,” ujarnya kepada Bisnis, setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Rabu (6/6/2018).

Dari pasar domestik, penjualan MGB per April 2018 mencapai 445.000 ton. Jumlahnya diharapkan meningkat menjadi 1,8 juta ton sampai akhir 2018.

Menurutnya, harga jual MGB mengacu kepada patokan bulanan yang dikeluarkan Kementerian ESDM setiap bulan. Rerata harga jual atau average selling price (ASP) MGB per Maret 2018 berkisar US$34—US$35 per ton.

Perihal target pendapatan, Yusak yakin nilainya bertumbuh signifikan pada 2018 dibandingkan realisasi tahun lalu. Adapun, laba bersih ditargetkan mencapai Rp400 miliar.

Per Maret 2018, pendapatan CITA melonjak 254,09% year-on-year (yoy) menjadi Rp461,5 miliar. Laba bersih mencapai Rp140,16 miliar, berbalik dari rugi Rp23,97 miliar.

Pada 2017, pendapatan perusahaan tumbuh 48,97% yoy menjadi Rp724,49 miliar. Laba bersih Rp47,68 miliar, berbalik dari rugi bersih Rp265,04 miliar.

Dalam RUPS, perseroan memutuskan menggunakan laba bersih 2017 sebagai laba ditahan. Hal itu dilakukan karena CITA baru membukukan laba kembali sejak 2013 sehingga masih mengetatkan pembiayaan.

Hasil rapat juga memutuskan pengangkatan Tedy Badrujaman sebagai Komisaris menggantikan Parwoto Kartiko Sunu. Sebelumnya, Tedy pernah menjabat sebagai Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM).

Tag : kinerja emiten, cita
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top