EMITEN PETROKIMIA: FPNI Kejar Utilisasi 80%

Emiten petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk. menargetkan utilisasi pabrik perseroan dapat mencapai 80% sepanjang tahun ini. Perseroan berambisi meningkatkan utilisasi guna mengantisipasi kenaikan harga bahan baku yang terus meningkat sejak akhir tahun lalu.
Dara Aziliya | 25 Mei 2018 19:30 WIB
PT Lotte Chemical Titan Tbk. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk. menargetkan utilisasi pabrik perseroan dapat mencapai 80% sepanjang tahun ini. Perseroan berambisi meningkatkan utilisasi guna mengantisipasi kenaikan harga bahan baku yang terus meningkat sejak akhir tahun lalu.

Pada 2017, utilisasi pabrik polietilena emiten dengan kode saham FPNI tersebut sebesar 75%. Dengan memproduksi lebih banyak, perseroan ingin mengefisiensikan biaya produksi.

Direktur Lotte Chemical Titan Cho Jin Woo mengungkapkan pada 2017 perseroan menderita kerugian bersih karena menanggung kenaikan harga bahan baku yaitu etilena, yang mencapai 12% pada kuartal IV/2018. Sepanjang 2017, harga etilena naik rata-rata 3%.

"Penyebab utama kerugian kami pada tahun lalu adalah kenaikan harga bahan baku. Tahun ini harga bahan baku masih naik sehingga kami akan meningkatkan produksi dan lebih mengamankan stok etilena," ungkap Jin Woo di Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Jin Woo menyampaikan dengan kedua upaya tersebut, perseroan berharap pada tahun ini dapat meningkatkan pendapatan dan laba. Kendati demikian, perseroan enggan membeberkan target capaian finansial pada 2018.

Dari sisi belanja modal, manajemen menuturkan pada 2018 akan mengalokasikan capex sebesar US$2 juta yang akan digunakan untuk maintenance permesinan.

Adapun, pada 2017 perseroan membukukan pendapatan bersih US$433,3 juta, turun tipis 2% dari tahun sebelumnya yang sebesar US$441,8 juta. Penurunan pendapatan tersebut dipivu oleh penurunan volume penjualan sebesar 3% menjadi 351.000 ton polietilena.

Pada 2018 FPNI membukukan rugi bersih sebesar US$1,7 juta, tergerus 180% dibandingkan capaian perseroan pada 2016 yang sebesar US$2,2 juta. Pada kuartal I/2018, laba FPNI juga tergerus signifikan yaitu 13,9% menjadi US$101,89 juta.

Chief Financial Officer Lotte Chemical Titan Calvin Wiryapranata mengungkapkan pada kuartal IV/2017, kenaikan bahan baku sangat signifikan, sehingga memukul kinerja perseroan yang selama tiga kuartal sebelumnya berhasil membukukan keuntungan.

"Perusahaan memperkuat koordinasi untuk menjaga keberlanjutan suplai. Lebih dari 80% bahan baku kami diimpor, sebagian besar dari Timur Tengah. Selama Agustus-September tahun lalu, ada bencana di US sehingga sempat menganggu supply-demand global," ungkap Calvin.

Adapun, Calvin menyampaikan saat ini afiliasi grup Lotte yang beroperasi di Indonesia yaitu Lotte Chemical Indonesia tengah mempersiapkan studi kelayakan untuk membangun naphta cracker. Jika pabrik tersebut berdiri, FPNI berpeluang mendapatkan margin lebih besar karena memproduksi produk petrokimia mulai dari hulu.

Tag : kinerja emiten
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top