Trump Kembali Picu Kekhawatiran Perdagangan, Bursa China Melesu

Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China kompak memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018), di tengah kekhawatiran seputar tensi perdagangan China dan Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani | 24 Mei 2018 16:54 WIB
Bursa China SHCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China kompak memperpanjang pelemahannya pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (24/5/2018), di tengah kekhawatiran seputar tensi perdagangan China dan Amerika Serikat (AS).

Indeks Shanghai Composite ditutup melemah 0,45% atau 14,31 poin di level 3.154,65, setelah berakhir melorot 1,32% atau 51,63 poin di posisi 3.854,58 pada perdagangan Rabu (23/5).

Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip berakhir melemah 0,71% atau 27,37 poin di level 3.827,22, setelah ditutup melorot 1,32% atau 51,63 poin di posisi 3.854,58 kemarin.

Dilansir dari Reuters, Presiden AS Donald Trump telah mengisyaratkan arah baru untuk diskusi perdagangan dengan China serta mengatakan bahwa arah saat ini terlihat terlalu sulit untuk diselesaikan.

“Kesepakatan dagang kita dengan China berjalan dengan baik, tapi pada akhirnya kita mungkin harus menggunakan struktur yang berbeda bahwa ini akan terlalu sulit untuk dilakukan dan untuk memverifikasi hasilnya setelah selesai,” tulis Trump di akun Twitter-nya, seperti dikutip Bloomberg.

Komentarnya ini muncul hanya sehari setelah ia mengungkapkan ketidakpuasannya dengan pembicaraan perdagangan antara dua negara itu baru-baru ini.

Padahal, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin selama akhir pekan menyatakan bahwa baik AS dan China memutuskan menangguhkan aksi balas membalas pengenaan tarif serta sepakat mengadakan lebih banyak pembicaraan untuk meningkatkan ekspor AS ke China.

Sikap kontradiktif Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait negosiasi ekonomi dengan China sekali lagi meningkatkan prospek perang dagang antara dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Menambah kekhawatiran investor adalah instruksi Trump terhadap Departemen Perdagangan AS untuk menyelidiki apakah impor mobil dan truk mengancam keamanan nasional AS.

Langkah ini dapat mendorong AS untuk menerapkan tarif baru terhadap kendaraan-kendaraan yang datang dari luar negara, setelah pemberlakuan tarif serupa untuk impor baja dan aluminium pada Maret.

“China menentang penyalahgunaan klausul keamanan nasional, yang dengan serius akan merusak sistem perdagangan multilateral serta mengganggu tatanan perdagangan internasional yang normal,” ujar Gao Feng, juru bicara di Kementerian Perdagangan China, dikutip Reuters.

Mayoritas sektor melemah pada perdagangan hari ini, dipimpin perusahaan konsumer dan industri.

Saham dengan persentase penurunan terbesar pada indeks Shanghai adalah Baosight Software Co Ltd (-6,91%), diikuti TVZone Media Co Ltd (-6,17%) dan Wuxi Hongsheng Heat Exchanger Manufacturing Co Ltd (-5,92%).

 

Tag : bursa china, Donald Trump
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top