Kino Indonesia (KINO) Bentuk JV di Kamboja

PT Kino Indonesia Tbk. terus melakukan ekspansi. Setelah mendirikan perusahaan joint venture dengan perusahaan asal Malaysia, Wah Kong Corporation Sdn Bhd (WKC), perseroan akan melakukan langkah serupa di dua negara, yakni Thailand dan Kamboja.
Tegar Arief | 23 Mei 2018 22:20 WIB
PT Kino Indonesia Tbk - kino.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kino Indonesia Tbk. terus melakukan ekspansi. Setelah mendirikan perusahaan joint venture dengan perusahaan asal Malaysia, Wah Kong Corporation Sdn Bhd (WKC), perseroan akan melakukan langkah serupa di dua negara, yakni Thailand dan Kamboja.

Emiten bersandi KINO itu telah menjalin kemitraan dengan perusahaan asal Thailand, Malee Capital Company Limited. Keduanya telah mendirikan perusahaan joint venture yang rencananya akan fokus memaksimalkan produk minuman jus buah.

"Dengan Malee kami ada resiprokal. Kami membemntuk perusahaan joint venture di Indonesia dan Thailand. Efektivitas dari operasi bisnis kemungkinan baru tahun depan," kata Direktur Kino Indonesia Budi Susanto usai rapat umum pemegang saham (RUPS) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (23/5/2018).

Untuk anak usaha di Indonesia, KINO menguasai 51% saham dan Malee sebesar 49%. Adapun untuk perusahaan patungan yang beroperasi di Thailand, KINO menguasai 49% saham sedangkan Malee menguasai 51%.

langkah serupa juga dilakukan perseroan di Kamboja. Saat ini, KINO tengah melakukan penjajakan dengan sebuah perusahaan di negara tersebut untuk melakukan kemitraan dan mendirikan perusahaan patungan.

Tak hanya itu, perseroan bahkan berencana untuk mendirikan pabrik di negara tersebut. Adapun produk pertama yang akan dipasarkan adalah vitamin rambut.

"Setelah itu nanti menyusul produk lain. Kami sudah ada mitra tapi belum final," sambungnya.

Terkait dengan rencana bisnis di Kamboja, KINO menargetkan untuk bisa menjadi pemegang saham mayoritas dalam perusahaan patungan yang didirikan. Alasannya, untuk memudahkan kontrol dan strategi pemasaran.

Sebelumnya, KINO bersama Wah Kong Corporation Sdn Bhd juga telah mendirikan PT Kino Pet World Indonesia dan PT Kino Pet World Marketing Indonesia. KINO diketahui memegang porsi saham sebesar 51% pada kedua perusahaan patungan tersebut.

Perusahaan baru ini akan fokus menjalankan bisnis distribusi pakamn ternak dengan fokus makanan Kucing dan makanan Anjing. Untuk tahap awal, produk masih diimpor dari pabrik Wah Kong yang berada di Thailand.

"Nanti kalau sudah mencapai volume tertentu kami baru akan memproduksi sendiri di dalam negeri. Tergantung volume," kata Presiden Direktur Kino Indonesia Harry Sanusi.

Dia menambahkan, sejak awal perseroan memang telah berkomitmen untuk memproduksi makanan ternak. Pasalnya, permintaan pasar di dalam negeri cukup tinggi. Apalagi, sejauh ini belum ada pakan ternak kucing dan anjing yang diproduksi di dalam negeri.

Tag : kino indonesia
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top