IHSG Terus Tertekan Bersama Rupiah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terkoreksi hingga akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Senin (21/5/2018), sejalan dengan berlanjutnya depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Renat Sofie Andriani | 21 Mei 2018 17:25 WIB
Karyawan berjalan di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus terkoreksi hingga akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, Senin (21/5/2018), sejalan dengan berlanjutnya depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

IHSG ditutup melemah 0,86% atau 49,46 poin di level 5.733,85, setelah dibuka turun tipis 0,07% atau 4,07 poin di level 5.779,24. Adapun pada perdagangan Jumat (18/5), IHSG berakhir melemah 0,56% atau 32,61 poin di level 5.783,31.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.719,47 – 5.786,39. Dari 581 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 150 saham menguat, 217 saham melemah, dan 214 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona merah, dipimpin sektor finansial (-1,88%) dan infrastruktur (-1,50%). Adapun sektor pertanian yang menguat 2,26% memimpin kenaikan di antara tiga sektor lainnya.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 melanjutkan pelemahannya pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut. Indeks Bisnis-27 berakhir melemah 1,52% atau 7,55 poin di level 489,63, setelah dibuka turun 0,18% atau 0,90 poin di posisi 496,28.

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang berakhir variatif. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,20% dan indeks Hang Seng Hong Kong ditutup menguat 0,60%. Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 ikut berakhir menguat masing-masing sebesar 0,64% dan 0,47%.

Secara keseluruhan, bursa Asia menguat mengikuti penguatan indeks saham Amerika Serikat (AS), menyusul kesepakatan AS dan China untuk menangguhkan pengenaan tarif impor terhadap produk masing-masing.

Mayoritas bursa saham global bergerak di zona hijau dengan dukungan sentimen meredanya tensi perdagangan antara dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Namun, IHSG tidak terdampak dan tetap melemah bersama nilai tukar rupiah, terlepas dari langkah penaikan BI 7-day reverse repo rate (7DRRR) sebesar 25 bps menajdi 4,5% oleh Bank Indonesia pekan lalu. Langkah BI ini masih belum mampu menghentikan aksi jual di pasar.

William Surya Wijaya, Vice President of Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas, mengatakan pelemahan IHSG hari ini dipengaruhi oleh faktor konsolidasi di tengah fluktuasi pada nilai tukar rupiah.

Sebelumnya, investor sudah melakukan price in atau antisipasi kebijakan bunga acuan ke harga saham. Efek kenaikan bunga acuan juga tidak bisa menahan besarnya tekanan global.

Pergerakan nilai tukar rupiah hari ini ditutup melemah 34 poin atau 0,24% di level Rp14.190 per dolar AS, setelah berakhir melemah 0,70% atau 98 poin di posisi 14.156 pada perdagangan Jumat (18/5/2018).

Dilansir dari Bloomberg, Nanang Hendarsah, Direktur eksekutif manajemen moneter di BI, menyatakan BI akan terus melakukan intervensi dalam pasar forex dan obligasi demi meredakan volatilitas.

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BBRI

-6,12

HMSP

-2,23

TLKM

-2,01

BMRI

-1,84

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

INTP

+3,29

PTBA

+3,79

ADRO

+2,26

MYOR

+2,11

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top