Emiten Bioskop Graha Layar Prima (BLTZ) Genjot Kinerja Kuartal I/2018

Emiten jaringan bioskop PT Graha Layar Prima Tbk. yakin kinerja perusahaan pada kuartal II/2018 semkin baik setelah pada kuartal I/2018 perseroan membukukan kerugian nyaris dua kali lipat dibandingkan kuartal I/2017 (yoy).
Dara Aziliya | 21 Mei 2018 16:11 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten jaringan bioskop PT Graha Layar Prima Tbk. yakin kinerja perusahaan pada kuartal II/2018 semkin baik setelah pada kuartal I/2018 perseroan membukukan kerugian nyaris dua kali lipat dibandingkan kuartal I/2017 (yoy).

Cinema Manager Graha Layar Prima Fredy Kurniawan mengungkapkan bahwa puncak okupansi penonton dalam satu tahun terjadi selama libur puasa, Lebaran, dan pada akhir tahun.
Emiten bioskop dengan kode saham BLTZ itu selanjutkan bakal memanfaatkan kondisi puncak okupansi untuk menarik sebanyak mungkin jumlah penonton.

“Pada 2017 kemarin, jumlah penonton mencapai 15 juta orang dengan tingkat okupansi 18,82%. Angka okupansi biasanya meningkat pada musim Lebaran dan akhir tahun yang bisa mencapai sekitar 21%—22%,” ungkap Fredy di Jakarta, akhir pekan lalu.

Berdasarkan catatan perseroan, okupansi pada 2016 juga berada di level 18%. Pada kuartal II/2018, perseroan memprediksi mampu membukukan pendapatan signifikan karena beberapa faktor di antaranya kenaikan jumlah penonton.

Pertumbuhan jumlah penonton tersebut terdorong oleh keberadaan beberapa film dengan jumlah penonton tinggi yang dirilis pada kuartal II/2018.

Pada 2017, emiten jaringan bioskop ini untuk pertama kalinya membukukan keuntungan yang didorong oleh lonjakan jumlah penonton mencapai 15 juta kunjungan atau meningkat 50% dibandingkan tahun sebelumnya.

Tercatat, sebesar 67,08% pendapatan BLTZ pada tahun lalu dikontribusikan oleh segmen penonton, disusul oleh segmen makanan dan minuman (restoran) sebesar 21,84%, dan segmen event juga advertorial sebesar 10,84%.

Sementara itu, pada tahun ini perseroan berupaya untuk meningkatkan kontribusi dari sektor restoran dan menambah 16 jaringan bioskop di sejumlah daerah.

Adapun, pada kuartal I/2018 perseroan membukukan pendapatan bersih senilai Rp243,67 miliar, meningkat 48,45% dibandingkan dengan pencapaian perseroan pada kuartal yang sama tahun lalu (yoy) di nilai Rp163,7 miliar.

Laporan keuangan tidak diaudit perseroan juga menunjukkan beban pokok pendapatan meningkat signifikan hingga 52,7% menjadi Rp146,21 miliar dari sebelumnya (yoy) Rp95,76 miliar.

Corporate Secretary Graha Layar Prima Mutia Resty mengungkapkan, selama Januari—Maret 2018, siklus penonton bioskop memang memasuki musim paling rendah kunjungan. Selain itu, kinerja perseroan juga semakin terhambat karena kurangnya pasokan film.

“Kuartal I/2018 itu low season dan pasokan filmnya kurang banyak, itu menjadi salah satu dari beberapa faktor penghambat kinerja perseroan. Pada kuartal II/2018 kami yakin [jumlah penonton] akan naik signifikan karena ada beberapa film box office seperti The Avengers dan Deadpool,” ungkap Mutia.

Sepanjang tahun ini, perseroan menargetkan jumlah pedapatan dapat meningkat 25% dibandingkan tahun lalu, didorong ekspansi bioskop dan kontribusi dari restoran dan event and advertising.

Untuk dapat menarik lebih banyak penonton, BLTZ akan membuka bioskop di kota-kota lapisan kedua dan ketiga di Tanah Air. Hingga kuartal I/2018, perseroan telah membuka empat bioskop baru. 

 

Tag : kinerja emiten, graha layar prima, bltz
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top