Madusari Murni Indah Pakai Dana IPO Untuk Ekspansi Pabrik

Calon emiten baru PT Madusari Murni Indah Tbk. berencana untuk melepas saham baru sekitar 30% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum perdana untuk ekspansi pabrik baru.
Emanuel B. Caesario | 25 April 2018 13:57 WIB
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia Samsul Hidayat (keempat dari kanan) berfoto bersama jajaran direksi dan komisaris PT Madusari Murni Indah Tbk. usai mini expose perusahaan tersebut dalam rangka initial public offering (IPO) pada kuartal kedua 2018 - Emanuel B Caesario

Bisnis.com, JAKARTA—Calon emiten baru PT Madusari Murni Indah Tbk. berencana untuk melepas saham baru sekitar 30% dari modal ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum perdana untuk ekspansi pabrik baru.

Yonky Saputra, Sekretaris Perusahaan Madusari Murni Indah, mengatakan bahwa perseroan bergerak di bidang usaha industri kimia dasar produksi ethanol dan gas karbondioksida (CO2). Perseroan belum menghitung berapa nilai saham yang akan dilepas perseroan.

Yonky mengatakan, 95% dana hasil penawaran umum perdana saham atau initial public offering/ IPO perseroan setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk pengadaan pabrik baru. Sementara itu, 5% sisanya akan digunakan untuk peningkatan sistem distribusi perseroan.

“Saat ini kami sudah ada 1 pabrik dengan kapasita ethanol dan CO2 70 ribu sampai 80 ribu kilo liter per tahun. Utilisasinya sudah 100%, sehingga ada kebutuhan kapasitas baru.

Pabrik yang baru nanti kapasitasnya sekitar 50 ribu kilo liter per tahun,” katanya usai mini expose di Bursa EFek Indonesia, Rabu (25/4/2018).

Pabrik perseroan berlokasi di Lawang, Malang. Selain itu, perseroan memiliki jaringan distribusi di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Perseroan memiliki kantor perwakilan di Jakarta.

Yonky mengatakan, perseroan tidak saja mengincar pasar dalam negeri, tetapi telah merambah hingga ke pasar ekspor. Tujuan ekspor perseroan sejauh ini adalah ke Filipina, Vietnam dan Thailand.

Perseroan menargetkan bisa mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada awal Juli 2018. Perseroan menggunakan buku laporan keuangan Desember 2017 untuk rencana IPO ini. Perseroan memiliki aset sekitar Rp1,5 triliun dan ekuitas Rp1 triliun.

Tag : kinerja emiten
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top