Intervensi Rupiah, Bank Indonesia 'Borong' Obligasi Negara

Bisnis.com, JAKARTA Pemerintah mengklaim kepemilikan Bank Indonesia pada porsi surat utang negara masih dalam kondisi yang wajar.
Ipak Ayu H Nurcaya | 24 April 2018 18:05 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo memberikan sambutan saat peluncuran buku The Passion of My Life di Jakarta, Rabu (29/11). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Meski tren kepemilikan Bank Indonesia pada surat berharga negara (SBN) cenderung meningkat, pemerintah mengklaim kepemilikan Bank Indonesia pada porsi surat utang negara masih dalam kondisi yang wajar.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Loto Srinaita Ginting mengatakan, dari sisi kepemilikan BI di SBN selama tahun ini berkisar antara Rp32 triliun sampai dengan Rp111 triliun.

Kondisi ini sempat turun pada titik terendah ketika periode awal Februari tetapi naik lagi dan fluktuatif. Adapun dalam seminggu ini trennya terus naik, hingga per 20 April 2018 tercatat Rp92 triliun.

Secara persentase terhadap total kepemilikan SBN Rupiah Tradable, BI tahun ini pada kisaran 1,54%-5,30%. Pada 20 April 2018 tercatat pada kisaran 4,19% lagi.

"Itu yang di luar instrumen yang dipakai BI untuk operasi moneter, artinya yang benar-benar dipegang BI untuk investasinya. Kalau sekarang rupiah menuju Rp14.000 itu tentu juga akan dijaga karena devisa kita masih cukup besar di atas US$100 miliar," katanya.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo sebelumnya menyatakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya, Bank Indonesia telah melakukan intervensi baik di pasar valas maupun pasar SBN dalam jumlah cukup besar.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sbn

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top