CALON EMITEN: Medikaloka Hermina Incar Dana Hingga Rp3 Triliun Lewat Pasar Modal, Simak Perinciannya!

Calon emiten rumah sakit, PT Medikaloka Hermina berpotensi meraih dana sekitar sekitar Rp2,27 triliun hingga Rp3 triliun dalam aksi pelepasan saham umum perdana dan terbatas.
Novita Sari Simamora | 19 April 2018 06:52 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Calon emiten rumah sakit, PT Medikaloka Hermina berpotensi meraih dana sekitar sekitar Rp2,27 triliun hingga Rp3 triliun dalam aksi pelepasan saham umum perdana dan terbatas.

Medikaloka Hermina menawarkan harga saham senilai Rp3.700-Rp5.000 per saham dalam aksi penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dan penawaran terbatas. Grup Hermina ini paling tidak akan melepas sekitar 21% saham kepada publik yang terdiri dari beberapa skema. Pertama, dengan ini akan melepaskan saham perdana sebanyak 351,38 juta atau setara 11,82% dari total modal disetor.

Melalui aksi melepas sekitar 11,82% saham dari modal disetor, maka perseroan berpotensi memperoleh dana senilai Rp1,3 triliun--Rp1,75 triliun. Dengan demikian, Medikaloka Hermina mengincar dana sekitar Rp1,3 triliun hingga Rp1,75 triliun.

Direktur Independen Medikaloka Hermina Aristo Setiawidjaja mengungkapkan bersamaan dengan aksi IPO, perseroan juga melakukan penawaran terbatas dengan harga yang sama dengan initial public offering (IPO) sebanyak 6% dari modal disetor. Skema penawaran terbatas itu, katanya, tidak memberikan dampak dilusi kepada calon investor yang membeli saham dari aksi IPO.

"Untuk penawaran terbatas, sudah ada institusi investor yang akan membeli. Yang dijual akan sekitar 18% dari modal disetor, lalu akan ditambah 3% untuk MCB," ungkapnya di Jakarta, Rabu (17/4/2018).

Dia mengungkapkan, 6% tersebut akan diserap oleh lembaga penerbit reksadana dan perusahaan asuransi. Aristo pun mengklaim, atas penawaran terbatas yang diterbitkan perseroan, semuanya saham-saham yang ditawarkan telah laku.

Menurunya, 18% saham yang akan diterbitkan melalui IPO dan penawaran terbatas telah diserap seluruhnya oleh pasar, karena sudah ada 40 fund manager yang siap menyerap. Adapun porsi untuk investor ritel, katanya, akan ditentukan oleh Mandiri Sekuritas.

Selain itu, Medikaloka Hermina juga akan menerbitkan saham baru sebanyak 3% dari modal disetor yang akan dikonversikan menjadi obligasi, yang pernah diterbitkan menjadi mandatory convertible notes (MCN).

Aristo mengungkapkan, bila dikalkulasikan dengan jumlah saham IPO, penawaran terbatas dan obligasi konversi maka public floating akan mencapai 21% dan perseroan berpeluang menggalan dana Rp2,27 triliun hingga Rp3 triliun

Grup Hermina berencana menggunakan dana IPO untuk 4 hal. Pertama, 25% dana yang diperoleh akan digunakan untuk belanja modal atas pembukaan rumah sakit baru yang berlokasi di Palembang, Samarinda, Padang dan lainnya.

Kedua, 25% lagi akan digunakan oleh Medikaloka Investama untuk belanja modal pembelian perlengkapan media, seperti MRI, CT-Scan, C-Amr dan lainnya, yang akan digunakan untuk grup perseroa. Lalu 25% lagi akan digunakan untuk pelunasan seluruh utang perseroan dengan PT Bank DBS Indonesia (DBSI) dan MTN (medium term notes) I Medikaloka Hemrina 2017.

Lalu, sisanya 25% lagi, akan digunakan untuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari-hari, seperti pembayaran gaji karyawan, utang usaha dan pembiayaan kegiatan operasional rumah sakit dan lain-lain.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Direktur Medikaloka Hermina Hasmoro mengungkapkan, bahwa Rumah Sakit Hermina berdiri pada 1985 yang kini telah memiliki 28 rumah sakit, dengan 2.780 tempat tidur yang tersebar di 10 provinsi. Dia mengharapkan melalui penawaran saham perdana jumlah rumah sakit semakin banyak dan bisa menjangkau seluruh Indonesia.

“Harapan kami bisa menjadi 40 rumah sakit dengan 4.000 tempat tidur pada 2020, sehingga kami melakukan penawaran saham perdana,” ungkapnya.

Penjamin pelaksana emisi Medikaloka Hermina adalah Mandiri Sekuritas, Credit Suisse Group, DBS Vickers dan Citi Group Sekuritas Indonesia. Managing Director PT Mandiri Sekuritas Laksono Widodo mengatakan, aksi IPO dilakukan untuk ekspasi dan pembelian berbagai alat-alat kesehatan lainnya.

Hingga 2017, nilai pendapatan yang dimiliki oleh Grup Hermina mencapai Rp2,67 triliun, dengan EBITDA senilai Rp574,9 miliar. Selain itu, nilai CAGR perseroan mencatatkan pertumbuhan yang baik dengan pertumbuhan EBITDA sebesar 30,8% CAGR dalam kurun waktu tiga tahun terakhir karena adanya peningkatan belanja perawatan kesehatan di Indonesia.

Bookbuilding akan dikakukan pada 18 April-26 April 2018 dan rencana listing di Bursa Efek Indonesia pada 16 Mei 2018. Presiden Direktur PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia Hendra Purnama mengungkapkan, pada tahun ini EV/EBITDA Medikaloka Hermina sekitar 16,7% hingga 21,7%.

Adapun alokasi belanja modal Grup Hermina sekitar Rp700 miliar, yang akan digunakan membangun 4 rumah sakit serta perawatan dan operasional grup perseroan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo, rumah sakit

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top