Ini Alasan Moody's Naikkan Peringkat PGN (PGAS) ke Baa2

Moodys Investor Service menaikkan peringkat penerbit dan surat utang senior tanpa jaminan dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk. dari Baa3 ke Baa2 serta merevisi outlook dari positif menjadi stabil.
Emanuel B. Caesario | 15 April 2018 23:07 WIB
Logo PGN - repro

Bisnis.com, JAKARTA—Moody’s Investor Service menaikkan peringkat penerbit dan surat utang senior tanpa jaminan dari PT Perusahaan Gas Negara Tbk. dari Baa3 ke Baa2 serta merevisi outlook dari positif menjadi stabil.

Abhishek Tyagi, Wakil Presiden dan Analis Senior Moody, mengatakan bahwa peningkatan peringkat emiten dengan kode saham PGAS ini mencerminkan posisi terdepan perusahaan di sektor transmisi dan distribusi gas Indonesia.

“Serta harapan kami bahwa PGN akan terus menerima dukungan dari Pemerintah Indonesia, yang mungkin melalui Pertamina," katanya dalam keterangan resmi, Minggu (15/4/2018).

Peningkatan peringkat PGAS ini tidak terlepas dari peningkatan peringkat pemerintah Indonesia serta surat utang pemerintah Indonesia oleh Moody’s dari Baa3 menjadi Baa2 dengan outlook stabil.

Didirikan pada tahun 1965, PGN pada dasarnya berperan dalam transmisi dan distribusi gas alam di Indonesia. Bisnis transmisi terutama dioperasikan di bawah PT Perusahaan Transportasi Gas Indonesia (belum diberi rating) yang 60% sahamnya dikuasai perseroan.

Bisnis distribusinya mencapai pangsa pasar 74% dari total volume di Indonesia pada 2017. Setelah reorganisasi baru-baru ini diumumkan, Pertamina (Baa2 stabil) sekarang memiliki 56,96% saham di PGN.

Pemerintah Indonesia masih memegang saham mayoritas di PGN secara langsung, memberikan hak veto kekuatan pada keputusan perusahaan yang kritis.

 

Tag : pgn, moodys
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top