Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

9 April, Gihon Telekomunikasi Indonesia (GHON) Listing di BEI

Emiten penyewa menara telekomunikasi PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk. bakal menggelar pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 9 April 2018.
Associate Director Investment Banking Indopremier Eban S Banowo (dari kiri) berbincang dengan Direktur PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk, Felix Ariodamar, Direktur Utama Rudolf P. Nainggolan, dan Direktur Monika Ferolina S seusai penawaran umum saham perdana di Jakarta, Jumat (2/3/2018)./JIBI-Dedi Gunawan
Associate Director Investment Banking Indopremier Eban S Banowo (dari kiri) berbincang dengan Direktur PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk, Felix Ariodamar, Direktur Utama Rudolf P. Nainggolan, dan Direktur Monika Ferolina S seusai penawaran umum saham perdana di Jakarta, Jumat (2/3/2018)./JIBI-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten penyewa menara telekomunikasi PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk. bakal menggelar pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada 9 April 2018.

Berdasarkan pengumuman BEI pada Rabu (28/3/2018), seluruh syarat pencatatan efek calon perusahaan tercatat yang diatur dalam Peraturan Bursa Nomor I-A tentang pencatatan saham dan efek bersifat ekuitas selain saham yang diterbitkan oleh perusahaan tercatat telah dipenuhi oleh PT Gihon Telekomunikasi Indonesia.

"Maka pencatatan efek perseroan akan dicatatkan di BEI pada 9 April 2018 dengan menggunakan kode GHON," tulis Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 3 BEI Goklas Tambunan dan PH Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI Yayuk Sri Wahyuni dalam pengumuman tersebut.

Sebelumnya, PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk. mengumumkan harga pelaksanaan penawaran umum perdana saham perseroan di harga Rp1.170 per saham, mendekati batas terbawah dari indikasi harga awal saat bookbuilding, yakni antara Rp1.100 hingga Rp1.300 per saham.

Berdasarkan pengumuman di laman resmi Kustodian Sentral Efek Indonesia Selasa (27/3/2018), rencana initial publik offering/ IPO ini sudah memperoleh pernyataan efektif OJK pada 26 Maret 2018 lalu. Selanjutnya, masa penawaran umum dimulai hari ini, Rabu, 28 Maret 2018 hingga Selasa, 3 April 2018.

Perseroan melepas 152,88 juta saham baru dalam IPO ini dengan harga Rp1.170. Dengan demikian, perseroan akan mengantongi tambahan modal baru senilai Rp178,87 miliar. Saham perseroan akan dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada Senin, 9 April 2018.

Jumlah saham yang dilepas ini lebih rendah dari rencana awal 200 juta saham. Dana yang diperoleh ingin digunakan perseroan untuk refinancing pinjaman ke Bank Mandiri senilai Rp150 miliar, selebihnya untuk modal kerja.

Perseroan berencana membangun tambahan 67 menara baru tahun ini dengan kebutuhan investasi Rp60 miliar. Untuk menutupi kebutuhan investasi, perseroan berencana kembali melakukan pinjaman perbankan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ana Noviani
Editor : Ana Noviani

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper