Serasi Autoraya Tawarkan Obligasi Rp500 Miliar

PT Serasi Autoraya akan menerbitkan obligasi berkelanjutan untuk pertama kalinya pada tahun ini dengan target dana total mencapai Rp2 triliun dengan emisi tahap pertama senilai Rp500 miliar.
Emanuel B. Caesario | 28 Maret 2018 14:02 WIB
PT Serasi Autoraya (SERA) mengadakan investor gathering dalam rangka Penawaran Umum Berkelanjutan, Obligasi Berkelanjutan I Serasi Autoraya Tahap I Tahun 2018, pada hari Rabu 28 Maret 2018 di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta. - Bisnis/Emanuel B. Caesario

Bisnis.com, JAKARTA—PT Serasi Autoraya akan menerbitkan obligasi berkelanjutan untuk pertama kalinya pada tahun ini dengan target dana total mencapai Rp2 triliun dengan emisi tahap pertama senilai Rp500 miliar.

PT Serasi Autoraya merupakan perusahaan jasa transportasi, penjualan kendaraan bekas pakai dan jasa logistik anggota Grup Astra. Sebelumnya, perseroan sudah pernah mengemisikan obligasi pada 2003 dan 2012. Ini merupakan emisi obligasi berke3lanjutan pertama perseroan.

Pada tahap pertama, perseroan akan menerbitkan obligasi senilai Rp500 miliar dengan nama Obligasi Berkelanjutan I Serasi Autoraya Tahap I Tahun 2018. Obligasi berkelanjutan tahap pertama ini akan diterbikan dalam 3 seri, yakni seri A tenor 370 hari, seri B tenor 3 tahun, seri C tenor 5 tahun.

Perseroan telah menggelar investor gathering dalam rangka penawaran umum berkelanjutan pada hari ini, Rabu (28/3/2018) di Jakarta. Masa penawaran awal atau bookbuilding obligasi ini berlangsung sejak hari ini hingga 10 April 2018.

Andy Bratamihardja, Managing Director Mandiri Sekuritas, selaku penjamin pelaksana emisi efek mengatakan bahwa obligasi ini memperoleh peringkat AA-(idn) dari Fitch Ratings Indonesia. Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus.

Indikasi tingkat kupon untuk masing-masing seri yakni seri A 6,10%-6,60%, seri B 7,25%-8,00%, dan seri C 8,00%-8,65%. Bila berjalan lancar, pernyataan efektif dari OJK bisa diperoleh pada 19 April 2018 dan masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 23-24 April 2018. Pencatatan di bursa ditargetkan pada 30 April 2018.

“Rencana penggunaan dana obligasi ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi seluruhnya akan dipergunakan sebagai modal kerja dalam menunjang kegiatan usaha perseroan,” katanya dalam acara investor gathering, Rabu (28/3/2018).

Andy mengatakan, pertimbangan investasi obligasi ini yakni industri yang dimasuki oleh perseroan tergolong atraktif. Perseroan juga merupakan anggota Grup Astra yang mendapat dukungan kuat dari Grup Astra.

“Sinergi antara unit usaha perseroan dan perusahaan dalam Grup Astra menciptakan value chain sebagai keunggulan kompetitif,” katanya.

Lini usaha perseroan juga terdiversifikasi dengan manajemen operasional dan prospek usaha yang baik. Perseroan memiliki armada lebih dari 30.000 unit dan pengalaman lebih dari 28 tahun. Perseroan memiliki peluang besar untuk menguasai pasar.

Selain itu, obligasi ini juga memiliki peringkat yang tinggi yakni idAA-(idn) yang merefleksikan kekuatan pendanaan perseroan untuk membayar bunga dan melunasi pokok obligasi saat jatuh tempo.

Sejumlah brand bisnis yang dijalankan perseroan selama ini yakni TRAC di lini bisnis solusi transportasi, lalu mobil88 dan ibid di lini bisnis penjualan kendaraan bekas pakai, dan SElog di lini bisnis jasa logistik.

Per akhir 2017, jumlah armada TRAC mencapai 32.900 unit, turun dibandingkan 2016 34.800 unit karena armada perseroan yang memasuki masa akhir operasi. Tahun ini, targetnya armada TRAC meningkat mencapai 36.200 unit dan pada 2020 menjadi 43.800.

Tag : Obligasi
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top