IHSG Sukses Patahkan Koreksi Tiga Hari Berturut-turut

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses membukukan rebound pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (27/3/2018), di tengah penguatan bursa saham di Asia.
Renat Sofie Andriani | 27 Maret 2018 17:55 WIB
Karyawan dan pelaku usaha berada di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses membukukan rebound pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (27/3/2018), di tengah penguatan bursa saham di Asia.

IHSG ditutup naik 0,15% atau 9,18 poin di level 6.209,35, setelah dibuka rebound dengan penguatan 0,74% atau 46,06 poin di posisi 6.246,23.

Pergerakannya terpantau sempat tergelincir ke zona merah menjelang penutupan perdagangan hari ini, namun mampu meraih kembali momentumnya pada akhir perdagangan. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 6.188,61 – 6.274,30.

Rebound IHSG hari ini sekaligus mematahkan koreksi selama tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. Adapun pada perdagangan Senin (26/3), IHSG ditutup turun 0,17% atau 10,53 poin di level 6.200,17.

Dari 570 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 195 saham menguat, 167 saham melemah, dan 208 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor aneka industri (+0,79%) dan konsumer (+0,71%). Adapun sektor infrastruktur yang melemah 0,63% memimpin koreksi tiga saham lainnya.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta, berdasarkan indikator daily, MACD berada di area negatif. Namun, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan jenuh jual, sehingga mengindikasikan potensi penguatan pada indeks saham.

Di sisi lain, World Bank memproyeksikan ekonomi Indonesia akan tumbuh 5,3% pada periode 2018-2020. Ekonom World Bank Frederico Gil Sander mengatakan pihaknya memprediksikan pertumbuhan tahun lalu akan berlanjut baik hingga tahun ini.

"Kami melihat pertumbuhan tahun lalu tumbuh cukup signifikan pada semester kedua tahun lalu, dan kami perkirakan akan berlanjut hingga tahun ini, dan mencapai target [5,3%]," katanya dalam acara Indonesia Economic Quarterly hari ini di Jakarta, seperti dilansir Bisnis.com.

Dikatakan, kelanjutan pertumbuhan ekonomi negara maju dan berkembang juga terlihat baik, yang mana hal tersebut juga akan medongkrak pertumbuhan ekonomi domestik Indonesia.

"Itu berarti permintaan dari luar negeri diprediksikan terjaga," imbuhnya.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 sukses membukukan rebound dengan berakhir naik 0,22% atau 1,20 poin di level 551,68, mematahkan koreksi tiga hari berturut-turut sebelumnya.

Indeks saham lainnya di Asia Tenggara turut bergerak positif dengan indeks FTSE Malay KLCI (+0,14%), indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,79%), indeks PSEi Filipina (+1,45%), dan indeks SE Thailand (+0,08%).

Di kawasan Asia lainnya, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang melanjutkan relinya pada akhir perdagangan hari kedua berturut-turut, ditopang pelemahan yen dari level tertingginya dalam 16 bulan seiring meredanya kekhawatiran seputar tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Indeks Kospi Korsel berakhir menguat 0,61%, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing rebound dengan berakhir menguat 1,05% dan 0,86%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong ditutup menguat 0,79%.

Secara keseluruhan, bursa Asia menguat untuk hari kedua, ditopang penguatan perusahaan industri, setelah bursa saham di Amerika Serikat (AS) mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari dua tahun.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 1,4% ke posisi 175,31 pada pukul 4.04 sore waktu Hong Kong. Reli pun terlihat hampir di seluruh negara Asia pada perdagangan hari ini, di tengah tumbuhnya optimisme bahwa AS dan China dapat mencapai kesepakatan untuk menghindari perang dagang.

“Ini adalah reli yang melegakan saat kita m elihat harapan bahwa perselisihan perdagangan pada akhirnya akan diselesaikan melalui negosiasi, " ujar Linus Yip, pakar strategi di First Shanghai Securities Ltd., seperti dikutip Bloomberg.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

HMSP

+1,47

BBCA

+0,75

ASII

+1,04

INAF

+18,76

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

BMRI

-0,93

TLKM

-0,84

UNVR

-0,70

CPIN

-3,90

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top