Bursa Asia Menghijau, IHSG Cetak Rebound di Awal Dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound dan lanjut menguat lebih dari satu persen pada awal perdagangan hari ini, Selasa (27/3/2018), seiring dengan penguatan bursa saham di Asia.
Renat Sofie Andriani | 27 Maret 2018 09:52 WIB
Karyawan dan pelaku usaha berada di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound dan lanjut menguat lebih dari satu persen pada awal perdagangan hari ini, Selasa (27/3/2018), seiring dengan penguatan bursa saham di Asia.

IHSG dibuka rebound dengan kenaikan 0,74% atau 46,06 poin di level 6.246,23 dan menanjak 1,01% atau 62,51 poin ke level 6.262,68 pada pukul 09.12 WIB. Adapun pada perdagangan Senin (26/3), IHSG berakhir turun 0,17% atau 10,53 poin di posisi 6.200,17.

Sebanyak 173 saham bergerak menguat, 8 saham bergerak melemah, dan 389 saham stagnan dari 570 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona hijau dengan support utama sektor aneka industri (+1,54%), industri dasar (+1,28%), dan konsumer (+1,26%).

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 menanjak 1,29% atau 7,09 poin ke 557,56 pada pukul 09.13 WIB, setelah dibuka rebound dengan penguatan 1,21% di posisi 557,11.

Indeks saham lainnya di Asia terpantau juga menghijau pagi ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,57%), indeks FTSE Malay KLCI (+0,37%), dan indeks PSEi Filipina (+0,98%).

Di Jepang, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing menanjak 1,84% dan 1,78%. Adapun indeks Kospi Korea Selatan naik 0,62% dan indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,99%.

Dilansir Bloomberg, bursa saham di Asia menguat mengikuti bursa AS seiring dengan tanda-tanda meredanya eskalasi tensi perdagangan.

Bursa Wall Street membukukan hari terbaiknya dalam dua setengah tahun, seiring meredanya kekhawatiran perang perdagangan menyusul laporan bahwa Amerika Serikat dan China bersedia menegosiasikan kembali tarif dan ketidakseimbangan perdagangan.

Pada perdagangan Senin (26/3), indeks Dow Jones Industrial Average berakhir melesat 2,84% atau 669,4 poin di level 24.202,6. Indeks S&P 500 melesat 2,72% atau 70,29 poin di 2.658,55, sedangkan indeks Nasdaq Composite ditutup melesat 3,26% atau 227,88 poin di level 7.220,54.

Ketiga indeks utama Amerika Serikat (AS) mencatatkan penguatan persentase terbaiknya sejak 26 Agustus 2015.

Reli tersebut, yang didorong saham teknologi, datang setelah ketiga indeks mengalami kinerja mingguan terburuk sejak Januari 2016 akibat rencana pengenaan tarif impor oleh Presiden Donald Trump yang memicu kekhawatiran perang dagang dengan China.

Minat terhadap aset berisiko muncul ketika pemerintahan Trump dikabarkan mendesak China untuk menurunkan tarif pada impor mobil serta membuka pasarnya untuk AS sebagai bagian dari pembicaraan untuk menyelesaikan peningkatan ketegangan perdagangan.

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

HMSP

+2,21%

BBCA

+1,50%

ASII

+2,08%

BBRI

+1,11%

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

AMRT

-1,72%

SMBR

-0,54%

MAPI

-0,64%

RIMO

-0,71%

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top