Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Total Bangun Persada (TOTL) Andalkan Proyek Swasta

PT Total Bangun Persada Tbk. masih menjadikan proyek gedung premium bertingkat tinggi dari pelanggan swasta untuk mencapai target pada tahun ini.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 26 Maret 2018  |  16:27 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT Total Bangun Persada Tbk. masih menjadikan proyek gedung premium bertingkat tinggi dari pelanggan swasta untuk mencapai target pada tahun ini.

Sekretaris Perusahaan Total Bangun Persada Mahmilan Sugiyo Warsana menjelaskan bahwa realisasi kontrak baru pada tahun lalu mencapai Rp4,13 triliun. Jumlah itu melebihi target yang dipasang oleh perseroan Rp4 triliun.

Mahmilan mengatakan proyek-proyek tersebut sepenuhnya berasal dari pelanggan swasta. Adapun, pekerjaan tersebut antara lain Sequis Tower, Jakarta, The Pakubuwono Spring Apartment, Jakarta, dan Lippo Orang County, Cikarang.

“Saat ini proyek yang ditangani 100% adalah swasta,” ujarnya saat dihubungi Bisnis.com, Senin (26/3).

Dia mengungkapkan emiten berkode saham TOTL itu telah mengantongi kontrak baru Rp279,50 miliar sampai dengan Maret 2018. Pekerjaan itu berasal dari proyek hotel, kantor, dan hunian bertingkat.

Tahun ini, sambungnya, TOTL tetap fokus menggarap proyek gedung premium bertingkat tinggi. Pihaknya optimistis dapat mencapai target kontrak baru Rp4 triliun pada 2018.

Mahmilan menyebut saat ini perseroan belum berencana melakukan ekspansi bisnis. Dengan demikian, TOTL masih menahan rencana untuk mengembangkan proyek di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD).

Sebagai catatan, TOTL pernah melakukan pembelian tanah seluas 7.662 meter persegi (m2) di kawasan BSD untuk pembangunan proyek properti. Nilai tanah yang dibeli saat itu mencapai Rp130 miliar.

Perseroan menargetkan pendapatan Rp3,1 triliun pada 2018. Jumlah itu naik tipis dari realisasi tahun lalu Rp2,93 triliun.

Sementara itu, TOTL memasang target laba bersih Rp250 miliar. Nilai tersebut juga naik tipis dari realisasi periode 2017 Rp244,51 miliar.

Menurut data Bloomberg, pendapatan yang dikantongi TOTL pada tahun lalu berada di atas konsensus Rp2,79 triliun. Akan tetapi, laba bersih yang dibukukan tidak mencapai perkiraan para analis Rp252,70 miliar.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kontraktor
Editor : Ana Noviani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top