Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

SRO Pasar Modal Suntik PEI Rp250 Miliar

Self regulatory organizations (SRO) pasar modal akan menambah modal untuk perusahaan yang baru didirikan, PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) senilai Rp250 miliar. Sebelumnya, PEI juga telah mendapatkan dana segar dengan jumlah yang sama untuk modal awal.
Siluet karyawan melintas di dekat logo IDX Indonesia Stock Exchange, di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Rabu (13/9)./JIBI-Dwi Prasetya
Siluet karyawan melintas di dekat logo IDX Indonesia Stock Exchange, di gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Rabu (13/9)./JIBI-Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Self regulatory organizations (SRO) pasar modal akan menambah modal untuk perusahaan yang baru didirikan, PT Pendanaan Efek Indonesia (PEI) senilai Rp250 miliar. Sebelumnya, PEI juga telah mendapatkan dana segar dengan jumlah yang sama untuk modal awal.

Modal awal senilai Rp250 miliar tersebut berasal dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar 34%, serta PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) yang masing-masing sebesar 33%.

Direktur Utama KPEI Hasan Fauzi menjelaskan, dana tambahan itu akan disetorkan saat perusahaan pendanaan tersebut resmi beroperasi. Saat ini, aktivasi PEI masih menunggu regulasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Dengan penambahan tersebut total modal awal PEI adalah Rp500 miliar. Nanti tentunya akan dihitung, jika antusias anggota bursa [AB] banyak maka perlu dana tambahan dan ini akan dicarikan dari pihak lain," katanya kepada Bisnis, Senin (26/3/2018).

Dia menambahkan, pada tahap awal beroperasinya PEI, dana yang dibutuhkan untuk membantu pembiayaan AB sekitar Rp1,2 triliun hingga Rp1,4 triliun. Artinya, ada kekurangan sekitar Rp700 miliar hingga Rp900 miliar.

Kata Hasan, SRO juga meminta kepada manajemen PEI untuk melakukan efisiensi. Adapun sumber pinjaman berasal dari perbankan, pihak lain yang berminat untuk menjalin kemitraan, serta kemungkinan PEI untuk menerbitkan surat utang.

"Ada banyak cara selain pinjam ke bank. Bisa kerjasama dengan pihak lain yang berniat untuk meminjamkan dananya guna kebutuhan pendanaan efek," imbuhnya.

Dia optimistis program pendanaan ini akan mendapat sambutan positif dari perusahaan sekuritas. Dengan kata lain, kebutuhan terhadap pendanaan tersebut setiap tahun akan terus meningkat karena tujuan dari PEI adalah meningkatkan transaksi margin.

"Itulah kami imbau manajemen harus pandai-pandai mencari sumber pendanaan baru atau alternatif. Karena kebutuhan setiap tahun akan meningkat dan tujuannya memang itu," jelasnya.

PEI memiliki tugas utama yakni memfasilitasi transaksi marjin perusahaan sekuritas AB. Perusahaan sekuritas AB bisa mendapat fasilitas financing dari PEI senilai Rp100 miliar.

Perusahaan sekuritas yang memiliki modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) di atas Rp250 miliar akan diberikan financing Rp100 miliar per perusahaan. Adanya pembiayaan ini pun diharapkan dapat menaikkan jumlah transaksi di pasar modal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Tegar Arief
Editor : Ana Noviani

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper