Bursa Asia Terpukul Sikap Trump, IHSG Anjlok di Awal Dagang

Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut dan anjlok lebih dari dua persen pada awal perdagangan hari ini, Jumat (23/3/2018), di tengah pelemahan bursa Asia.
Renat Sofie Andriani | 23 Maret 2018 09:56 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut dan anjlok lebih dari dua persen pada awal perdagangan hari ini, Jumat (23/3/2018), di tengah pelemahan bursa Asia.

IHSG telah mengalami pelemahan tajam ketika dibuka drop 1,85% atau 115,96 poin di level 6.138,11 dan anjlok 2,08% atau 130,35 poin ke level 6.123,72 pada pukul 09.20 WIB.

Adapun pada perdagangan Kamis (22/3), IHSG berakhir melemah 0,93% atau 58,76 poin di posisi 6.254,07.

Sebanyak 31 saham bergerak menguat, 248 saham bergerak melemah, dan 291 saham stagnan dari 570 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG bergerak di zona merah dengan tekanan utama sektor konsumer (-2,72%), aneka industri (-2,46%), dan industri dasar (-2,23%).

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 anjlok 2,63% atau 14,64 poin ke 542,17 pada pukul 09.21 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan tajam 2,81% di posisi 541,16.

Hampir seluruh indeks saham lainnya di Asia terpantau juga memerah pagi ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (-1,63%), indeks FTSE Malay KLCI (-0,68%), dan indeks PSEi Filipina (-2,23%).

Di Jepang, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing anjlok 2,83% dan 3,48%. Adapun indeks Kospi Korea Selatan anjlok 2,14% dan indeks Hang Seng Hong Kong anjlok 2,69%.

Dilansir Bloomberg, bursa saham Asia memerah setelah bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir melemah pada perdagangan Kamis (22/3), di tengah kekhawatiran mengenai perang dagang AS dengan China.

Keputusan Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif terhadap China meningkatkan kekhawatiran perang perdagangan yang bisa merugikan pertumbuhan global. Saat aset berisiko terpukul, kinerja yen sebagai aset safe haven pun naik ke level terkuat dalam lebih dari setahun.

“Ini adalah langkah signifikan dalam eskalasi ketegangan perdagangan antara AS dan China,” kata Paul Eitelman, pakar strategi investasi senior di Russell Investments.

“Titik perhatian terbesar dari sini adalah bagaimana China menanggapi hal ini dan potensi eskalasi apa pun yang memicu perkembangannya,” lanjut Eitelman, seperti dikutip Bloomberg.

Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:

HMSP

-3,57%

BBRI

-3,54%

BMRI

-2,81%

ASII

-3,06%

Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:

RMBA

+12,12%

CMPP

+17,49%

ULTJ

+1,39%

BPFI

+12,00%

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top