Harga Batu Bara Turun Hampir 1%

Harga batu bara turun hampir satu persen pada akhir perdagangan Kamis (22/3/2018), seiring dengan laporan menurunnya jumlah pembangkit listrik tenaga batu bara yang sedang dikembangkan.
Renat Sofie Andriani | 23 Maret 2018 08:02 WIB
Tempat penampungan batu bara. - Bloomberg/Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara turun hampir satu persen pada akhir perdagangan Kamis (22/3/2018), seiring dengan laporan menurunnya jumlah pembangkit listrik tenaga batu bara yang sedang dikembangkan.

Pada perdagangan Kamis, harga batu bara untuk kontrak Januari 2019 berakhir melemah 0,96% atau 0,75 poin di US$77,50/metrik ton.

Adapun pada perdagangan Rabu (21/3), harga batu bara berakhir turun 0,32% atau 0,25 poin di posisi 78,25, setelah mampu membukukan rebound dengan penguatan lebih dari 2% pada sesi perdagangan sebelumnya.

Dilansir The New Indian Express, Kamis (22/3), demi lingkungan yang lebih bersih, jumlah pembangkit listrik berbahan bakar batu bara yang sedang dalam pengembangan telah mengalami penurunan tajam, terutama di India dan Cina.

Sebuah laporan menunjukkan, tekanan ekonomi dan kemunduran dari pendanaan batu bara oleh modal swasta di India diterima sebagai alasan bahwa sekitar 16 GW dari pembangkit batu bara yang beroperasi di India saat ini tidak memiliki perjanjian pembelian tenaga listrik.

Sementara itu di China, penghasil emisi terbesar kedua di dunia, laporan yang sama melihat pembatasan yang lebih ketat oleh pihak otoritas terhadap proyek-proyek pembangkit batu bara baru merupakan alasan terus menurunnya ekspansi batu bara.

Sejalan dengan batu hitam, harga minyak mentah dunia melemah pada akhir perdagangan Kamis (22/3), seiring dengan pelemahan bursa saham AS dan lonjakan imbal hasil obligasi, di tengah aksi jual ekuitas yang sebagian besar terkait dengan kekhawatiran mengenai perang dagang AS dengan China.

Minyak mentah West Texas Intermediate ditutup melemah 1,3% atau 0,87 poin di US$64,30 per barel di New York Mercantile Exchange. Adapun minyak Brent untuk pengiriman Mei berakhir 0,81% atau 0,56 poin di US$68,91 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London.

Dilansir Bloomberg, Presiden Donald Trump secara resmi memberlakukan tarif untuk barang-barang impor China senilai US$50 juta, sehingga memicu kekhawatiran tindakan balasan oleh raksasa Asia tersebut.

“Ini hanya hari perdagangan yang tidak kondusif bagi semua aset berisiko secara global,” kata Bob Yawger, direktur berjangka di Mizuho Securities USA Inc. di New York, seperti dikutip Bloomberg. “Mempertimbangkan ruang lingkup reli kemarin, sedikit kemunduran seharusnya tidak terlalu mengejutkan.”

Meski demikian, harga minyak AS pulih dari pelemahannya pada perdagangan pagi ini, Jumat (23/3), seiring dengan kabar pengurangan output OPEC telah menurunkan persediaan, dengan cadangan minyak AS jatuh di bawah rata-rata lima tahun untuk pertama kalinya sejak 2014.

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2019 di bursa Rotterdam

Tanggal                                    

US$/MT

22 Maret

77,50

(-0,96%)

21 Maret

78,25

(-0,32%)

20 Maret

78,50

(+2,61%)

19 Maret

76,50

(-1,16%)

16 Maret

77,40

(-1,15%)

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top