Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Alasan Pefindo Bakal Revisi Peringkat Obligasi Tiga Pilar (AISA)

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) siap merevisi peringkat terhadap surat utang PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. setelah keputusan perpanjangan tenor obligasi yang akan jatuh tempo.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  19:20 WIB
Wartawan menghadiri jumpa pers yang digelar oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Food TBK terkait PT Induk Beras Unggul (IBU) pada kasus beras oplosan, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/7). - ANTARA/Muhammad Adimaja
Wartawan menghadiri jumpa pers yang digelar oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Food TBK terkait PT Induk Beras Unggul (IBU) pada kasus beras oplosan, di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/7). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) siap merevisi peringkat terhadap surat utang PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. setelah keputusan perpanjangan tenor obligasi yang akan jatuh tempo.

Analis Pefindo Martin Pandiangan mengatakan, bila Tiga Pilar Sejahtera Food melakukan restrukturisasi terhadap obligasi yang akan jatuh tempo pada 5 April 2018, Pefindo akan merevisi peringkat surat utangnya. Namun, perubahan rating tersebut akan menunggu rapat komite.

"Kami akan review lagi pasca-keputusan rapat umum pemegang obligasi," ungkapnya saat dihubungi Bisnis.com, Kamis (22/3/2018).

Pada Februari 2018, Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) kembali menurunkan peringkat surat utang PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. dari idBB+ menjadi idCCC sembari tetap mempertahankan predikat credit watch dengan implikasi negatif.

Martin mengungkapkan, berhasilnya rapat umum pemegang obligasi (RUPO) maka akan memberikan perpanjangan waktu dan isu terhadap likuiditas yang bisa diatasi dalam jangka panjang. Di sisi lain, peringkat credit watch yang negatif berpotensi tidak akan disematkan kembali ke AISA.

Pada umumnya, dalam setiap perpanjangan tenor obligasi, kata Martin, ada pemegang obligasi yang meminta penaikan kupon yang diberikan. Untuk AISA, katanya, perusahaan barang-barang konsumsi ini memiliki etika untuk melakukan pembayaran kupon obligasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tiga pilar sejahtera food
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top