Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sektor Energi Hijau, Wall Street Ditutup Menguat

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 116,36 poin, atau 0,4% ke 24.727,27, sedangkan indeks Standard & Poors 500 naik 4,02 poin atau 0,15% ke 2.716,94 dan Nasdaq Composite menguat 20,06 poin atau 0,27% ke 7.364,30.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 Maret 2018  |  06:27 WIB
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat menguat tipis pada perdagangan Selasa (20/3/2018), didorong oleh sektor energi menyusul penguatan harga minyak mentah, namun penurunan saham Facebook Inc masih menahan kenaikan.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 116,36 poin, atau 0,4% ke 24.727,27, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 naik 4,02 poin atau 0,15% ke 2.716,94 dan Nasdaq Composite menguat 20,06 poin atau 0,27% ke 7.364,30.

Harga minyak naik lebih dari 2% dan menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan, didorong oleh ketegangan di Timur Tengah dan kemungkinan penurunan lebih lanjut pada produksi minyak mentah Venezuela.

Kenaikan tersebut membantu sektor energi S&P naik 0,84% dan mencatat kinerja terbaik di antara 11 sektor utama pada indeks S&P.

Di sisi lain, saham Facebook Inc berakhir melemah 2,6%, jauh di atas posisi terendah sebelumnya. Perusahaan media sosial tersebut mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya menghadapi pertanyaan dari Komisi Perdagangan Federal AS tentang bagaimana data pribadi penggunanya digunakan oleh sebuah konsultan politik yang dipekerjakan oleh kampanye Presiden Donald Trump.

Saham media sosial tersebut telah turun sekitar 9% selama dua sesi terakhir, penurunan dua hari terbesar sejak Februari 2016.

Anggota parlemen AS dan Eropa menuntut penjelasan tentang bagaimana perusahaan konsultasi, Cambridge Analytica, memperoleh akses ke data dan mengapa Facebook gagal memberi tahu penggunanya.

"Bagian negatifnya adalah mereka akan mengangkat masalah ini di depan Kongres sekarang dan kita akan melihat apakah mereka membuat undang-undang baru, apakah ada peraturan baru yang dapat menghambat pertumbuhan perusahaan? Itulah yang sebenarnya ditakutkan," kata Joe Saluzzi, co-manager perdagangan di Themis Trading di Chatham, seperti dikutip Reuters.

Facebook bukan satu-satunya saham media sosial yang terkena dampak. Saham Snap Inc juga melemah 2,56%, sementara saham Twitter Inc anjlok 10.38%. Adapun saham Global X Social Media ETF kehilangan 0,9%.

Saham sektor finansial menguat 0,21% karena investor menunggu kenaikan suku bunga acuan AS pada akhir pertemuan dua hari Federal Reserve yang dimulai pada Rabu.

Pelaku pasar sangat mengharapkan total tiga kenaikan suku bunga tahun ini, meskipun beberapa belum mengesampingkan kemungkinan bank sentral AS akan menaikkan sebanyak empat kali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top