Benarkah Harga Logam Global Dorong Kinerja Antam (ANTM)?

Saham PT Antam Tbk., (ANTM) menjadi salah satu saham yang bergerak cukup atraktif sepanjang tahun berjalan seiring dengan prospek perbaikan kinerja dan dukungan harga logam global.
Hafiyyan | 13 Maret 2018 16:24 WIB
Model memerlihatkan aneka ukuran emas yang dijual di gerai layanan penjualan emas Aneka Tambang (Antam), di Kantor Pos Malang, Jawa Timur, Senin (6/2). - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, JAKARTA-Saham PT Antam Tbk., (ANTM) menjadi salah satu saham yang bergerak cukup atraktif sepanjang tahun berjalan seiring dengan prospek perbaikan kinerja dan dukungan harga logam global.

Pada penutupan perdagangan Jumat (9/3), saham ANTM turun 25 poin atau 2,86% menjadi Rp850. Sepanjang tahun berjalan, masih menanjak 36%.

Namun, saham berkapitalisasi pasar Rp20,43 triliun ini masih memiliki price to earning ratio (P/E) negatif, yakni -47,22 kali. Hal ini terjadi karena perusahaan masih membukukan rugi bersih senilai Rp338 miliar per kuartal III/2017.

Per semester I/2017, perusahaan mencatatkan rugi bersih Rp503 miliar. Namun, pada periode Juli— September 2017, perseroan sudah membukukan laba bersih Rp165 miliar. 

Analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan menyampaikan, ANTM berpotensi membukukan laba bersih senilai Rp118 miliar pada 2017. Bahkan, laba bersih akan melonjak 632,20% year on year (yoy) pada tahun ini menjadi Rp864 miliar.

"Perbaikan kinerja ANTM didukung dua faktor utama, yakni peningkatan penjualan dan pergerakan harga logam global, terutama emas dan nikel," paparnya dalam riset, Jumat (9/3).

Andy memperkirakan harga emas pada 2018 mencapai US$1.350 per troy ounce dan harga nikel sebesar US$13.000 per ton. Mengilapnya harga melanjutkan tren pada 2017 saat nilai jual batu kuning naik 13,53% menuju US$1.302,80 per troy ounce, dan harga nikel menanjak 27,35% menjadi US$12.760 per ton.

Akhir pekan lalu, harga batu kuning mencapai level US$1.323,93 per troy ounce, dan harga nikel di posisi US$13.820 per ton. 

Dari sisi kinerja, tak tanggung-tanggung, manajemen ANTM memberikan target ambisius penjualan emas dapat mencapai 24 ton pada 2018. Jumlah itu meningkat dari realisasi 2017 sebesar 13,2 ton. Adapun, volume penjualan feronikel, bijih nikel, dan bauksit juga dibidik naik dua digit tahun ini.

Mempertimbangkan berbagai sentimen yang ada, Andy menaikkan target harga saham ANTM menjadi Rp1.225 dari sebelumya Rp1.020. Target harga baru mencerminkan P/E 24,3x, menurun signifikan dari estimasi 2017 sebesar 178x.

Sementara itu, analis Kresna Securities Robertus Yanuar Hardy menyampaikan, Antam diperkirakan membukukan rugi bersih Rp258 miliar pada 2018, kemudian berbalik menjadi laba bersih Rp259 pada 2018. Penjualan tiga komoditas yang menopang pendpaatan perusahaan ialah emas sebesar 59%, feronikel 24%, dan nikel 11%. 

Sampai akhir 2018, target harga saham ANTM ialah Rp1.100. Nilai tersebut mencerminkan EV/EBITDA 19,1x.

Jadi, siapkah anda membeli saham ANTM sebelum perusahaan merilis laporan kinerja 2017? Karena biasanya, emiten yang merilis laporan keuangan perdagangan sahamnya langsung ramai pada hari tersebut. (Hafiyyan)

Tag : antam
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top