Testimoni Powell Lemahkan Sejumlah Komoditas

Testimoni perdana Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell pada Selasa (27/2/2018) mendorong penguatan greenback dan sebaliknya melemahkan sejumlah komoditas.
Eva Rianti | 28 Februari 2018 15:49 WIB
Bank sentral AS The Federal Reserve - Reuters/Larry Downing

Bisnis.com, JAKARTA – Testimoni perdana Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell pada Selasa (27/2/2018) mendorong penguatan greenback dan sebaliknya melemahkan sejumlah komoditas.

Powell dalam pidatonya di depan anggota DPR di gedung Capitol Hall pada Selasa menuturkan, pasar tenaga kerja tetap kuat, belanja konsumen solid, dan pertumbuhan upah semakin cepat.

Di samping itu, Gubernur yang baru saja menggantikan Janet Yellen ini menyoroti keuangan dalam ekspor AS dan kebijakan stimulus sebagai pendorong baru untuk ekonomi.

“Meskipun volatilitas baru—baru ini terjadi, kondisi keuangan tetap akomodatif,” kata Powell pada Selasa (27/2/2018), seperti dilansir dari Bloomberg.

Senior Market Strategist RJO Futures Philip Streibel menuturkan, pernyataan Powell telah mendorong penguatan dolar AS. Terpantau, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sekeranjang mata uang utama dunia kembali menembus level 90.

Pada penutupan Selasa (27/2/2018), dolar AS melejit ke level 90,395 dari level 89,853 pada sesi perdagangan sebelumnya. Hari ini (28/2/2018) dolar AS bergerak di 90,321—90,472.

“The Fed merasa nyaman dengan volatilitas tersebut dan itulah mengapa dolar menunjukkan kekuatan. Ini membebani sebagian besar pasar komoditas, termasuk emas,” kata Phil Streibel, ahli strategi pasar senior di RJO Futures di Chicago.

Bloomberg Dollar Spot Index telah naik pada hari kedua di pekan ini, mengurangi daya tarik komoditas sebagai alternatif investasi.

Terpantau pada Selasa (28/2/2018) pada pukul 12.00 WIB, harga emas Comex kontrak teraktif April 2018 bergerak melemah ke level US$1.318,50 per troy ounce dan emas spot turun ke US$1.317,27 per troy ounce.

Harga perak secara keseluruhan memerah, disusul platinum yang bergerak menjauhi area 1.000 per troy ounce, tepatnya di level US$981,75 per troy ounce.

Sementara itu, harga tembaga di London Metal Exchange (LME) melesu 1,25% menjadi US$7.021 per ton. Harga seng juga melemah 1,25% menuju US$3.487 per ton. Hanya Aluminium dan Timah yang terpantau menghijau.

Sumber : Bloomberg

Tag : komoditas
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top