SURAT UTANG GLOBAL: Ini Profil Sukuk Wakalah yang Diterbitkan Pemerintah

Pemerintah kembali menerbitkan instrumen surat utang syariah di pasar luar negeri atau sukuk global senilai total US$3 miliar untuk mendukung kebutuhan anggaran 2018.
SURAT UTANG GLOBAL: Ini Profil Sukuk Wakalah yang Diterbitkan Pemerintah Emanuel B. Caesario | 27 Februari 2018 08:38 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah kembali menerbitkan instrumen surat utang syariah di pasar luar negeri atau sukuk global senilai total US$3 miliar untuk mendukung kebutuhan anggaran 2018.

Berdasarkan pengumuman di laman resmi DJPPR Kementerian Keuangan, Senin (26/2/2018), sukuk global tersebut diterbitkan dalam dua seri, yakni US$1,25 miliar tenor 5 tahun dan US$1,75 miliar tenor 10 tahun, dengan format Reg S / 144A Trust Certificates.

Struktur akan sukuk ini adalah wakalah sehingga disebut juga sukuk wakalah. Sukuk Wakalah ini akan didaftarkan pada Bursa Saham Singapura (Singapore Stock Exchange) dan NASDAQ Dubai. Setelmen akan dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2018.

Sukuk Wakalah ini ditetapkan harganya pada tanggal 22 Februari 2018, dengan imbal hasil (yield) sebesar 3,750% untuk tenor 5 tahun dan 4,400% untuk tenor 10 tahun. Setiap seri telah diberikan peringkat Baa3 oleh Moody’s Investors Service, BBB- oleh S&P Global Ratings, dan BBB oleh Fitch Ratings.

Sukuk Wakalah dengan tenor 5 tahun merupakan penerbitan Green Sukuk pertama kalinya di dunia yang dilakukan oleh pemerintah negara (sovereign) dan juga merupakan penerbitan pertama yang dilakukan oleh Republik di bawah Kerangka Green Bond dan Green Sukuk (Green Bond and Green Sukuk Framework) yang baru ditetapkan.

Transaksi ini berhasil dilaksanakan dengan memanfaatkan waktu yang tepat setelah terjadinya volatilitas yang tinggi di pasar modal global, yang didorong oleh ekspektasi inflasi Amerika Serikat dan peningkatan suku bunga Fed sejak awal Februari 2018.

Transaksi ini didukung oleh orderbook global dengan kualitas yang baik, yang menunjukkan ketahanan dan dalamnya pasar Sukuk, serta menunjukkan kuatnya minat investor terhadap penerbitan ini.

Penetapan harga (pricing) Sukuk Wakalah Republik adalah pada 30 bps lebih rendah daripada indikasi pricing awal (initial pricing guidance) untuk kedua seri.

Transaksi ini sejalan dengan tujuan Republik untuk memperkokoh pasar keuangan syariah global dan komitmen terhadap pendanaan hijau yang ramah lingkungan.

Ini merupakan penerbitan Sukuk dalam mata uang USD yang kesembilan oleh Republik dan merupakan penerbitan ketujuh di bawah Program Penerbitan Trust Certificate. Underlying asset sukuk wakalah ini yakni Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan bangunan (51%) dan proyek-proyek APBN yang sedang dalam pembangunan atau akan dibangun (49%).

Setelah melalui serangkaian pertemuan dengan investor (investor meetings) yang mencakup pusat keuangan di Asia, Eropa, dan Timur Tengah, Sukuk Wakalah menarik minat dari berbagai investor, baik di dalam maupun di luar negeri.

Sukuk Wakalah tenor 5 tahun berhasil didistribusikan kepada 32% investor syariah (Timur Tengah dan Malaysia), 10% di Indonesia, 25% di Asia (terkecuali Indonesia dan Malaysia), 18% di Amerika Serikat, dan 15% di Eropa.

Sementara itu, Sukuk Wakalah tenor 10 tahun didistribusikan 24% kepada investor syariah (Timur Tengah dan Malaysia), 10% di Indonesia, 12% di Asia (terkecuali Indonesia dan Malaysia), 22% di Amerika Serikat, dan 32% di Eropa.

Alokasi berdasarkan jenis investor untuk Sukuk Wakalah tenor 5 tahun adalah 29% untuk reksa dana, 40% untuk bank, 20% untuk bank sentral dan sovereign wealth fund, 10% untuk perusahaan asuransi dan dana pensiun, dan 1% untuk private bank.

Sementara untuk Sukuk Wakalah tenor 10 tahun, alokasinya adalah 47% untuk reksa dana, 39% untuk bank, 7% untuk bank sentral dan sovereign wealth fund, 6% untuk perusahaan asuransi dan dana pensiun, dan 1% untuk private bank.

Abu Dhabi Islamic Bank PJSC, Citigroup (B&D), CIMB, Dubai Islamic Bank PJSC and HSBC (juga bertindak sebagai Green Structuring Advisor) bertindak sebagai Joint Lead Managers dan Joint Bookrunner.

Sementara PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai co-managers untuk transaksi ini.

Sukuk Wakalah ini diterbitkan oleh Perusahaan Penerbit SBSN Indonesia III, sebuah badan hukum Republik yang bertujuan khusus untuk menerbitkan surat berharga yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dalam mata uang asing di pasar internasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
obligasi global

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top