Kementerian BUMN: Anak Usaha BUMN Perkebunan Fokus Perbaiki Kinerja

Kementerian Badan Usaha Milik Negara menyebut rencana penawaran umum saham perdana induk pelat merah perkebunan, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) masih dalam pembahasan.
M. Nurhadi Pratomo | 27 Februari 2018 18:16 WIB
Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Badan Usaha Milik Negara menyebut rencana penawaran umum saham perdana induk pelat merah perkebunan, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) masih dalam pembahasan.

Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Wahyu Kuncoro menjelaskan bahwa rencana penawaran umum perdana saham (IPO) Perkebunan Nusantara (PTPN) III masih dalam wacana pembahasan. Nantinya, aksi korporasi tersebut bakal dipimpin oleh Kedeputian Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN.

Wahyu menjelaskan bahwa saat ini holding BUMN perkebunan masih fokus melakukan perbaikan terhadap kondisi anak usaha. Dari 13 anak usaha, masih ada beberapa yang perlu mendapat perhatian khusus.

“Beberapa anak usaha PTPN yang perlu mendapat perhatian khusus yaitu PTPN VII, VIII, IX, XIII, dan XIV. Komoditasnya beragam mulai dari kelapa sawit, karet, dan gula yang memiliki karakteristik permasalahan tersendiri,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (27/2).

Berdasarkan catatan Kedeputian Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN, Holding perkebunan berhasil membukukan kenaikan pendapatan usaha secara year on year pada 2017. Tercatat, pendapatan PTPN III naik dari Rp33,89 triliun menjadi Rp35,27 triliun.

Akan tetapi, utang perseroan tercatat tumbuh 1,93% secara year on year pada tahun lalu. Jumlah utang holding BUMN perkebunan tercatat naik dari Rp60,84 triliun pada 2016 menjadi Rp62,02 triliun pada 2017.

Tag : kementerian bumn
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top