Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pasokan Domestik Seret, Toba Pulp Lestari (INRU) Tetap Lakukan Ekspor

Di tengah langkanya pasokan kertas di dalam negeri, PT Toba Pulp Lestari Tbk. tetap melakukan pengiriman pulp ke luar negeri untuk diolah menjadi kertas.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 22 Februari 2018  |  07:44 WIB
Pasokan Domestik Seret, Toba Pulp Lestari (INRU) Tetap Lakukan Ekspor
PT Toba Pulp Lestari Tbk menyerahkan bantuan lima unit perangkat komputer kepada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara - Bisnis / Siti Munawaroh
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah langkanya pasokan kertas di dalam negeri, PT Toba Pulp Lestari Tbk. tetap melakukan pengiriman pulp ke luar negeri untuk diolah menjadi rayon.

Direktur PT Toba Pulp Lestari Tbk. Mulia Nauli mengatakan produksi bubur kertas perseroan pada tahun lalu 173.575 ton, atau naik sekitar 8% hingga akhir 2017. Tahun ini, emiten bersandi saham INRU juga memproyeksikan produksi berada mencapai 188.000 ton atau tumbuh 8% year on year.

" "Kami memproduksi pulp yang diolah menjadi bahan baku rayon yang mayoritas diekspor ke Tiongkok," ungkapnya saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (21/2/2018).

Seandainya pun rencana pembukaan impor kertas dilakukan oleh pemerintah untuk memenuhi kelangkaan kertas di dalam negeri maka kondisi itu tak berdampak pada bisnis Toba Pulp Lestari. 

Dalam Europe Pulp BHKP Pix Index dari Finlandia yang digunakan sebagai harga patokan harga pulp dunia, sudah mencapai US$1.008,38 per metrik ton. Sepanjang tahun berjalan, harga bubur kertas BHKP sudah naik 2,72%.

Sementara itu, dalam 5 tahun terakhir, harga bubur kertas BHKP sudah naik sebanyak 27,56% dari level US$790,54 per metrik ton. Pada Januari 2017, harga pulp BHKP sempat berada mencapai nilai terendah selama lima tahun yakni di level US$651,46 per metrik ton.

Grup RGE ini menyasar segmen ekspor, sambungnya, karena entitas lain yang tergabung dalam grup RGE telah menyasar pasar di dalam negeri. Di sisi lain, untuk meningkatkan efisiensi dari sisi energi, INRU telah merevitalisasi pabrik dengan nilai US$100 juta. Menurutnya, revitalisasi itu bertujuan untuk menciptakan bisnis yang ramah lingkungan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toba pulp
Editor : Riendy Astria
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top