Moody’s: Emisi Green Bond Global Akan Kembali Capai Rekor

Moodys Investor Service memperkirakan emisi obligasi berwawasan lingkungan atau green bond di pasar global akan mencapai rekor baru pada tahun ini dengan total emisi mencapai US$250 miliar, meningkat lebih dari 60% dibandingkan tahun lalu.
Emanuel B. Caesario | 20 Februari 2018 20:41 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Moody’s Investor Service memperkirakan emisi obligasi berwawasan lingkungan atau green bond di pasar global akan mencapai rekor baru pada tahun ini dengan total emisi mencapai US$250 miliar, meningkat lebih dari 60% dibandingkan tahun lalu.

Moody’s memperkirakan, korporasi dan bank dari pasar negara berkembang masih akan menjadi emiten teraktif untuk pasar green bond tahun ini.

“Meskipun emisi green bond masih merepresentasikan bagian kecil dari pasar fixed-income global, pertumbuhan emisinya akan berlanjut seiring pasar yang terus membangun rekor dengan nilai US$155 miliar pada 2017,” ungkap laporan Moody’s, dikutip Selasa (20/2/2018).

Tingginya permintaan investor akan terus mendukung pertumbuhan pasar green bond global. Permintaannya akan tetap tinggi seiring investor yang terus berusaha menjaga sustainability atau keberlanjutan dalam pengalokasian asetnya dan praktik manajemen resiko.

Moody’s menilai, semakin matangnya pasar green bond akan menyebabkan semakin terdiversifikasinya emisi green bond, baik dalam hal negara penerbit, mata uang, dan penggunaan dana hasil emisinya.

Selain itu, pemerintah dan regulator akan memainkan peranan yang semakin berpengaruh. Tahun lalu telah terlihat perkembangan yang menonjol dalam standard an taksonomi green bond. Tren ini akan berlanjut pada 2018 karena regulator di seluruh dunia akan berusaha mengerahkan pengaruhnya terhadap pengembangan dan praktik pasar.

Emisi di pasar negara berkembang akan kian meningkat seiring meluasnya emisi green bond. China dan India masih akan menjadi pemimpin pasar di antara negara berkembang, meskipun penerbitan akan meningkat di negara lain karena pemerintahnya mempertimbangkan untuk menerapkan kebijakan green finance.

Emisi green bond global akan mencapai titik kritisnya pada 2018. Moody’s memperkirakan akan ada peningkatan yang substansial dalam transaksi green bond pada 2018, terdorong oleh momentum tahun lalu saat Prancis menerbitkan green bond EUR10 miliar dan Nigeria serta Fiji bergabung ke pasar.

Selain itu, emisi green bond oleh daerah, kota-kota atau negara bagian juga akan meningkat untuk memerangi perubahan iklim. Sektor publik yang ditangani oleh pemerintah daerah berada di garis terdepan dalam menangani perubahan iklim, sehingga potensi emisi municipal green bond akan tinggi.

Tren sekuritisasi berbasis aset hijau akan memainkan peran penting juga dan kemungkinan akan berlanjut sepanjang 2018.

Tag : moodys, green bond
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top