Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kresna Graha Investama (KREN) Terus Perkuat Bisnis Digital

PT Kresna Graha Investama Tbk. (KREN) bersiap untuk menyambut modernisasi dengan memaksimalkan teknologi. Dalam 2 tahun terakhir, perseroan terus melakukan investasi di sektor digital.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 07 Februari 2018  |  08:28 WIB
DirekturPT Bank Permata Tbk. Bianto Surodjo (dari kiri), Direktur PT Pos Indonesia Charles Sitorus, Direktur Utama PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS) Martin Suharlie, dan Direktur Mohammad Anis Yunianto, berbincang di sela-sela peluncuran Program Kemitraan M CASH di Jakarta, Selasa (5/12). - JIBI/Dwi Prasetya
DirekturPT Bank Permata Tbk. Bianto Surodjo (dari kiri), Direktur PT Pos Indonesia Charles Sitorus, Direktur Utama PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS) Martin Suharlie, dan Direktur Mohammad Anis Yunianto, berbincang di sela-sela peluncuran Program Kemitraan M CASH di Jakarta, Selasa (5/12). - JIBI/Dwi Prasetya

KREN Fokus Bisnis Digital

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kresna Graha Investama Tbk. (KREN) bersiap untuk menyambut modernisasi dengan memaksimalkan teknologi. Dalam 2 tahun terakhir, perseroan terus melakukan investasi di sektor digital.

Merunut ke belakang, awal mula ekspansi bisnis KREN di dunia digital dimulai dari didirikannya PT Kresna Usaha Kreatif (KUK) pada 2015 lalu. Sejak saat ini, KREN terus agresif dengan mengucurkan modal ke sejumlah perusahaan perdagangan elektronik atau e-commerce.

Pada Juni 2016, KUK berinvestasi di Nurbaya Initiative (NI), perusahaan Indonesia yang berfokus pada usaha offline-to-online (O2O) e-commerce. KUK memiliki saham sebesar 20% di perusahaan tersebut. Nilai partisipasi kepemilikan tercatat mencapai US$2 juta.

Setahun berselang, KUK kembali melakukan langkah agresif. Tepatnya pada April 2017, KUK mencaplok 17,6% saham perusahaan kios digital PT M Cash Integrasi. Inilah yang kemudian menjadi senjata KREN untuk melakukan akuisisi perusahaan digital. PT M Cash Integrasi sendiri kemudian melantai di bursa dengan kode MCAS.

Tak berhenti sampai di situ, November tahun lalu KREN dan MCAS membeli saham PT Match Move Indonesia (MMI). Keduanya sama-sama memiliki porsi saham sebesar 14,81%.

Adapun pada tahun ini, tepatnya akhir bulan lalu, MCAS dan KREN berinvestasi di PT Sistem Mikroelektronik Cerdas Co-Design (SMC). Porsi investasi yang dilakukan oleh kedua perusahaan tersebut masing-masing adalah 20% untuk KREN dan 30% untuk MCAS.

Seolah tak puas, KREN masih berencana untuk melakukan investasi di sektor digital pada tahun ini. Dana yang disiapkan terbilang cukup lumayan untuk bisnis di sektor ini, yakni senilai Rp400 miliar.

"Itu akan kami investasikan di sektor digital," kata Managing Director PT Kresna Graha Investama Tbk. Surjandy Jahja saat dihubungi Bisnis, Selasa (6/2/2018).

Jahja tidak menampik, kebijakan perusahaan yang memaksimalkan aksi korporasi di sektor digital didasari oleh perkembangan zaman. Perseroan meyakini, ke depan Indonesia akan menjadi negara yang memaksimalkan penggunaan teknologi dalam aspek kehidupan.

Saat ini Indonesia memang terbilang baru dalam pengembangan teknologi digital. Inilah yang menurut Jahja cukup prospektif, di mana pasar baru akan dimasuki perseroan sehingga mampu mendulang keuntungan tinggi saat sektor ini telah berkembang mencapai puncaknya.

"Digital merupakan sektor yang menurut kami akan boom di Indonesia, dan juga masih tahap cukup awal dibandingkan dengan China," ujarnya.

MODAL

Bisnis teknologi memang membutuhkan modal yang tidak sedikit. Meskipun saat ini masih kurang digandrungi dibandingkan dengan bisnis properti atau komoditas, tetapi KREN tetap yakin bisnis ini akan dicari investor.

Untuk itu perseroan terus aktif di pasar modal dengan tujuan mencari dana. Dana Rp400 miliar yang disiapkan perusahaan untuk melakukan investasi dirasa masih kurang. Satu-satunya cara adalah dengan melakukan initial public offering (IPO).

KREN terus mendorong PT Match Move Indonesia untuk melakukan penawaran umum saham perdana. Kata Jahja, rencana IPO akan dilakukan pada kuartal terakhir tahun ini. "IPO pada kuartal IV/2018," kata dia.

Soal target dana yang diincar, perseroan masih melakukan kalkulasi. Namun yang pasti dana itu nantinya akan dijadikan untuk melakukan ekspansi dan modal kerja.

Arah bisnis KREN untuk fokus ke bisnis digital bukanlah tanpa persiapan. Head of Research OSO Sekuritas Riska Afriani menjelaskan, sejak 2016 silam perseroan telah memutuskan untuk memaksimalkan investasi dan aksi korporasi di sektor ini.

Seluruh lini bisnis yang menggunakan platform digital telah dimasuki. Mulai dari teknologi dalam bentuk aplikasi digital, pembayaran elektronik, bahkan angkutan umum dua roda berbasis media dalam jaringan alias ojek online.

Pada 2015 silam, saat ojek online mulai ramai beroperasi di sejumlah kota besar, KREN telah berinvestasi di Blu-Jek. Namun sayang, eksistensi Blu-Jek hanya seumur jagung, dan tertinggal dibandingkan dengan tiga startup lainnya, yakni Go-Jek, Grab Bike, dan Uber.

"Jadi memang fokus di bisnis e-commerce ini telah diputuskan dan difokuskan oleh KREN sejak jauh-jauh hari. Di saat banyak emiten belum memikirkan e-commerce KREN sudah melakukan aksi," kata Riska.

Menurutnya, KREN mampu membaca peluang bisnsi di masa mendatang. Dengan kata lain, perusahaan yang pada awalnya menumpukan kinerja di sektor sekuritas ini selangkah lebih maju dibandingkan dengan perusahaan lain.

Untuk saat ini, kata Riska, KREN akan fokus pada MCAS. Hal itu memang terbukti, karena dalam berbagai aksi korporasi MCAS selalu dilibatkan dan perusahaan tersebut selalu memiliki porsi saham yang tidak berbeda jauh dengan KREN. "MCAS menjadi fokus KREN saat ini," ujarnya.

Riska menambahkan, KREN mencoba untuk berperan dalam mengubah pola hidup masyarakat untuk lebih memaksimalkan penggunaan teknologi. Perusahaan tersebut menginginkan nantinya seluruh transaksi bisa dioperasikan hanya dengan ponsel pintar. "Bisnis ini direncanakan dengan sangat matang."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kresna graha investama
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top