Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) semakin memantapkan penguatannya di atas level 6.500 pada awal perdagangan hari ini, Selasa (23/1/2018), setelah sukses untuk pertama kali menembus level tersebut pada akhir sesi perdagangan sebelumnya.
IHSG hari ini dibuka dengan kenaikan 0,58% atau 37,48 poin di level 6.538,01 dan menguat 0,75% atau 48,83 poin ke level 6.549,36 pada pukul 09.06 WIB.
Pada perdagangan Senin (22/1), IHSG berhasil kembali mencatat roker terbarunya dengan ditutup menguat 0,15% atau 9,63 poin di posisi 6.500,53, level penutupan tertinggi sepanjang masa.
Sebanyak 37 saham bergerak menguat, 1 saham bergerak melemah, dan 533 saham stagnan dari 571 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.
Seluruh sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan support utama sektor tambang (+1,53%), konsumer (+0,85%), dan aneka industri (+0,84%).
Indosurya Sekuritas memproyeksikan IHSG hari ini masih berpotensi besar mengalami kenaikan, dengan pergerakan di kisaran level 6.278 - 6.542.
Vice Presiden Research Department William Surya Wijaya memaparkan indeks saat ini masih bergerak dalam rentang wajar dengan potensi naik yang cukup besar, kenaikan akan terlihat kuat bertahan jika hingga penutupan masih dapat bertahan diatas resistance level dengan dukungan capital inflow.
Sedangkan jika hal tersebut belum dapat dicapai maka potensi untuk masih bertahan dalam rentang konsolidasi masih akan dilalui oleh IHSG dalam beberapa waktu mendatang.
"Hari ini IHSG berpotensi menguat," tulisnya dalam riset.
Adapun pergerakan indeks Bisnis27 menanjak 1,12% atau 6,62 poin ke 599,79 pada pukul 09.07 WIB, setelah dibuka dengan penguatan 0,96% atau 5,66 poin di posisi 598,83.
Sementara itu, mayoritas indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau menguat pagi ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,34%), indeks FTSE KLCI Malaysia (+0,04%), dan indeks PSEi Filipina (-0,06%).
Saham-saham yang menguat pada awal perdagangan:
HMSP | +1,94% |
BMRI | +1,24% |
BBCA | +0,78% |
BBRI | +0,82% |
Saham-saham yang melemah pada awal perdagangan:
SCMA | -0,40% |
Sumber: Bloomberg