Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dow Jones Tembus 25.000, Wall Street Cetak Rekor Lagi

Indeks Dow Jones berhasil menembus level 25.000 pada akhir perdagangan Kamis, (4/1/2018), rekor terbarunya di awal tahun bersama dengan dua indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) lainnya di bursa Wall Street, ditopang kuatnya data ekonomi global.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 Januari 2018  |  06:08 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Dow Jones berhasil menembus level 25.000 pada akhir perdagangan Kamis, (4/1/2018), rekor terbarunya di awal tahun bersama dengan dua indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) lainnya di bursa Wall Street, ditopang kuatnya data ekonomi global.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menanjak 0,61% atau 152,45 poin di level 25.075,13, indeks S&P 500 menguat 0,40% atau 10,93 poin di 2.723,99, dan indeks Nasdaq Composite berakhir naik 0,18% atau 12,38 poin di level 7.077,92.

Sepanjang 2017, penguatan indeks blue chip Dow Jones didukung laba perusahaan yang solid dan harapan terhadap agenda pro-pertumbuhan yang diusung Presiden Donald Trump. Butuh waktu hanya kurang dari setahun bagi Dow Jones untuk menambahkan 5.000 poin, yang merupakan laju tercepat sejak indeks tersebut dibuat pada bulan Mei 1896.

Wall Street sendiri telah memulai tahun 2018 dengan catatan yang kuat. Indeks acuan S&P 500 ditutup di atas level 2.700 untuk pertama kalinya pada perdagangan Rabu (3/1), sedangkan Nasdaq menembus level 7.000 sehari sebelumnya. Kedua indeks ini juga berhasil memperbarui level penutupan tertingginya pada perdagangan Kamis.

Data sektor manufaktur dan jasa yang kuat dari negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut memberikan sentimen bullish pada hari Kamis. Data lainnya menunjukkan peningkatan kepegawaian oleh para pengusaha swasta AS pada bulan Desember.

“Ada perkiraan kita akan melihat volatilitas merayap kembali ke pasar dan menariknya turun pada beberapa titik tahun ini,” kata Quincy Krosby, kepala strategi pasar di Prudential Financial di Newark, New Jersey, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (5/1/2018).

“Tapi selama Anda memiliki pertumbuhan ekonomi dan pendapatan [perusahaan] bergerak lebih tinggi, masih ada pondasi yang solid. Reli tersebut menunjukkan bahwa investor memperkirakan kondisi akan tetap solid setidaknya dalam beberapa bulan pertama,” lanjutnya.

Indeks Cboe Volatility, yang lebih dikenal dengan VIX dan indikator berbasis opsi untuk perkiraan volatilitas harga dalam jangka waktu dekat, ditutup di posisi 9,22. Indeks tersebut telah merayap di level terendahnya sepanjang masa dalam beberapa bulan terakhir.

Saham finansial mendorong kenaikan pada S&P 500 pada perdagangan Kamis, dengan saham Wells Fargo naik 1,3%, serta JPMorgan Chase dan Goldman Sachs yang masing-masing naik 1,4%.

“Ada beberapa catatan positif tentang bank hari ini [Kamis] yang memberi sentimen positif bagi kelompok tersebut,” ujar R.J. Grant, kepala perdagangan di Keefe, Bruyette & Woods di New York.

Di sisi lain, saham Intel Corp turun 1,8%, memperpanjang pelemahannya pada perdagangan Rabu (3/1), saat investor mengkhawatirkan potensi pertanggungjawaban keuangan atas isu keamanan yang baru-baru ini diungkapkan pada mikroprosesornya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street dow jones
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top