OPEC dan Rusia Siap Perpanjang Pemangkasan Suplai Minyak Hingga Akhir 2018

OPEC dan Rusia siap memperpanjang upaya pemangkasan produksi minyak mereka hingga akhir tahun depan, agar pasokan global terus turun dan harga mempertahankan kenaikannya baru-baru ini.
Renat Sofie Andriani | 30 November 2017 07:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – OPEC dan Rusia siap memperpanjang upaya pemangkasan produksi minyak mereka hingga akhir tahun depan, agar pasokan global terus turun dan harga mempertahankan kenaikannya baru-baru ini.

Menurut delegasi di Wina yang akan turut menghadiri pertemuan OPEC hari ini waktu setempat, seluruh anggota OPEC berikut Rusia, produsen terbesar di luar OPEC yang bergabung dalam kesepakatan tersebut, sepakat agar upaya pemangkasan harus berlangsung hingga akhir 2018.

Pada hari Rabu, sebuah komite yang bertugas untuk mengawasi kesepakatan atas nama seluruh kelompok juga merekomendasikan perpanjangan sampai akhir tahun depan.

“Perpanjangannya akan berlangsung sembilan bulan,” kata Menteri Perminyakan Irak Jabbar al-Luaibi, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (30/11/2017).

Setahun setelah OPEC dan sekutu-sekutunya bergabung bersama dalam sebuah upaya dramatis untuk merebut kembali kendali pasar minyak dari produsen minyak shale Amerika Serikat (AS), ada konsensus bahwa upaya tersebut belum tuntas.

Namun demikian, rincian kesepakatan final pada pertemuan hari ini akan penting bagi para pedagang yang siap untuk memantau pernyataan resmi dari OPEC guna melihat kekuatan komitmen lanjutan kelompok tersebut.

Meskipun komitmen perpanjangan upaya pemangkasan hingga akhir 2018 hampir dapat dipastikan, OPEC berencana mengadakan pertemuan tingkat menteri reguler pada Juni mendatang. Hal ini memberikan fleksibilitas untuk mengubah kebijakan di pertengahan periode.

Bagi beberapa investor minyak, potensi peninjauan tersebut akan menjadi sesuatu yang mencemaskan. Bagi lainnya, ini hanyalah siklus alami dari pertemuan dua kali OPEC yang biasa berlangsung dua kali dalam setahun.

Sebelum pembahasan yang berlangsung pada Rabu (29/11), sejumlah bank termasuk Citigroup Inc. dan Goldman Sachs Group Inc. telah memperingatkan investor untuk siap menghadapi kekecewaan akibat keraguan Rusia untuk memperpanjang upaya pemangkasan.

Tidak ada indikasi bahwa pemerintah Moskow telah menerima jaminan yang dikatakan untuk mencari tahu bagaimana dan kapan kesepakatan tersebut dapat dilakukan, namun Menteri Energi Rusia Alexander Novak memberikan kesan positif atas diskusi tersebut.

“Kami memiliki pembicaraan konstruktif yang sangat bagus,” kata Novak kepada awak media setelah pertemuan komite hari Rabu. “Pasar masih belum kembali seimbang, perlu tindakan bersama lebih lanjut setelah tanggal 1 April. Semua orang merekomendasikan untuk memperpanjang kesepakatan.”

Komentar Novak menguatkan pandangan rekannya dari Arab Saudi Khalid Al-Falih, yang memuji adanya hasil yang solid yang tercapai dari upaya pemangkasan sebelum pertemuan komite.

“Sudah hampir setahun sejak kita mencapai kesepakatan produksi dan hasilnya sungguh sangat memuaskan. Agar dapat terus mencapai tujuan bersama, kerja keras dan komitmen yang lebih baik sangatlah penting,” kata Khalid.

Salah satu kemungkinan hasil untuk pertemuan hari ini adalah bahwa kesepakatan yang sedang berjalan dan dijadwalkan berakhir pada bulan Maret, akan diatur ulang untuk berjalan selama dua belas bulan sejak awal Januari. Hal ini bisa memungkinkan kelompok tersebut untuk menyesuaikan persyaratan kesepakatan.

 

Tag : opec
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top