Saham Energi Melemah, Wall Street Berakhir Flat

Pergerakan tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berakhir cenderung flat pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), saat penguatan saham Amazon diimbangi pelemahan pada saham perusahaan-perusahaan energi.
Renat Sofie Andriani | 28 November 2017 05:55 WIB
Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham acuan Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berakhir cenderung flat pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), saat penguatan saham Amazon diimbangi pelemahan pada saham perusahaan-perusahaan energi.

Indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 0,1% atau 22,79 poin di level 23.580,78. Adapun indeks S&P 500 turun 0,04% atau 1 poin di 2.601,42 dan indeks Nasdaq Composite ditutup turun 0,15% atau 10,64 poin di level 6.878,52.

Di sisi lain, investor juga mencermati data ekonomi yang kuat, yang menunjukkan kenaikan tak terduga atas penjualan rumah keluarga tunggal pada bulan Oktober ke level tertinggi dalam 10 tahun di tengah kuatnya permintaan di seluruh negeri.

Prospek rencana pemangkasan pajak perusahaan juga telah memengaruhi pasar yang berharap reformasi semacam itu akan lanjut mendorong rekor ekuitas.

Presiden Donald Trump dikabarkan memanggil penyusun pajak dari kubu Republik Senat ke Gedung Putih untuk mendesak keluarnya rancangan undang-undang pajak seiring upaya

Partai Republik menyampaikan untuk proses pengambilan suara Senat yang kemungkinan akan dilakukan paling cepat Kamis pekan ini.

“Anda terus mendengar perkembangan reformasi pajak. Namun di samping itu, fundamental lainnya terkait ekonomi dan ekonomi dunia terlihat sangat positif,” kata Peter Andersen, kepala pejabat investasi dengan Fiduciary Trust Company, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (28/11/2017).

Investor hari ini dipastikan juga akan memantau sesi dengar di Komite Senat Perbankan AS untuk mengonfirmasikan pencalonan Jerome Powell menggantikan Janet Yellen sebagai pimpinan The Federal Reserve mulai tahun depan.

Sementara itu, saham perusahaan ritel online Amazon naik 0,8% setelah konsumen mencari promosi online Cyber Monday menyusul periode perayaan belanja online Black Friday.

Saham Amazon membawa indeks ritel pada S&P 500 naik 0,6%. Adapun saham Gap naik 1,2% dan pemilik Victoria's Secret L Brands naik 4,1%.

Energi menjadi sektor utama dengan kinerja terburuk, dengan penurunan 1%. Harga minyak mentah AS turun dari level tertinggi dua tahun akibat prospek pasokan yang lebih tinggi serta ketidakpastian mengenai tekad Rusia untuk bergabung dalam rencana perpanjangan upaya penurunan produksi menjelang pertemuan OPEC pekan ini.

Saham Chevron dan Exxon pun masing-masing turun 0,8% dan 0,4%.

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top