Perdagangan Sepi Sambut Thanksgiving, Pasar Asia Bergerak Variatif

Sejumlah indeks saham di Asia bergerak variatif pada perdagangan pagi ini, Kamis (23/11/2017), seiring dengan sepinya perdagangan di Amerika Serikat (AS) menyambut libur Thanksgiving.
Renat Sofie Andriani | 23 November 2017 10:20 WIB
BUrsa Asia - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah indeks saham di Asia bergerak variatif pada perdagangan pagi ini, Kamis (23/11/2017), seiring dengan sepinya perdagangan di Amerika Serikat (AS) menyambut libur Thanksgiving.

Aktivitas perdagangan dua indeks saham acuan Jepang juga ditiadakan hari ini karena libur nasional. Indeks Kospi Korea Selatan berfluktuasi dan indeks S&P/ASX 200 Australia turun kurang dari 0,1% pada pukul 10.43 pagi waktu Tokyo (pukul 08.43 WIB).

Adapun indeks Hang Seng Hong Kong bergerak flat dan indeks Shanghai Composite turun 0,1%. Indeks MSCI Asia Pacific, selain Jepang, naik kurang dari 0,1%.

Sementara itu, mayoritas bursa saham Amerika Serikat melemah pada akhir perdagangan Rabu (22/11), dengan saham layanan telekomunikasi berada di antara penggerak terbesar sedangkan sektor energi menguat sejalan dengan kenaikan minyak mentah.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 64,65 poin atau 0,27% di level 23.526,18 dan indeks Standard & Poor’s 500 kehilangan 1,95 poin atau 0,08% ke 2.597,08. Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite mampu bertambah 4,88 poin atau 0,07% ke level 6.867,36.

Dilansir Bloomberg, volume transaksi perdagangan di AS cenderung tipis menjelang libur Thanksgiving pada hari ini waktu setempat, dengan indeks S&P 500 berakhir di bawah level 2.600 yang ditembus pertama kali pada perdagangan Selasa (21/11).

Risalah rapat kebijakan The Fed awal November yang dirilis kemarin menunjukkan kekhawatiran sejumlah pembuat kebijakan tentang inflasi yang rendah meskipun masih banyak yang memperkirakan kenaikan suku bunga lebih lanjut dalam waktu dekat.

Namun begitu, pergerakan ekuitas global tetap berada di kisaran all-time high, ditopang optimisme investor pasar saham tentang pertumbuhan global dan laporan laba perusahaan.

Dari Asia dikabarkan bahwa Singapura menaikkan proyeksi pertumbuhannya untuk tahun ini, dengan menyoroti kekuatan di seluruh negara-negara Asia Tenggara, ditopang data pertumbuhan ekonomi kuartal ketiga untuk Filipina, Malaysia, dan Thailand yang melampaui proyeksi.

Selanjutnya pasar akan memantau risalah rapat European Central Bank pada Oktober yang dijadwalkan rilis hari ini waktu setempat dan data keyakinan konsumen Korea Selatan bulan November yang dirilis pada Jumat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa asia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top