Investor Sambut Thanksgiving, Pasar Asia Menguat Pagi Ini

Pergerakan sejumlah indeks saham di Asia menguat pada perdagangan pagi ini, Selasa (21/11/2017), saat pedagang mengenyampingkan kekhawatiran mengenai isu reformasi pajak di Amerika Serikat (AS) dan politik di Eropa.
Renat Sofie Andriani | 21 November 2017 10:24 WIB
Bursa Asia MSCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan sejumlah indeks saham di Asia menguat pada perdagangan pagi ini, Selasa (21/11/2017), saat pedagang mengenyampingkan kekhawatiran mengenai isu reformasi pajak di Amerika Serikat (AS) dan politik di Eropa.

Indeks Topix Jepang menguat 0,9% pada pukul 10.48 pagi waktu Tokyo (pukul 08.48 WIB), sedangkan indeks Nikkei 225 menanjak 1,1%.

Pada saat yang sama, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,3% dan indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,2%. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong menanjak 0,8% dan indeks Shanghai Composite naik 0,2%.

Dilansir Bloomberg, penguatan tersebut memberi kelegaan setelah ekuitas global turun dari rekornya selama lima hari berturut-turut di tengah kekhawatiran investor atas valuasi yang berlebihan dan sedikitnya perkembangan rencana pajak AS di negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia tersebut.

Meski demikian, masa libur Thanksgiving pekan ini memberi alasan bagi para pedagang untuk mengambil jeda. Ekuitas pun bergerak menuju akhir tahun di kisaran level tertingginya seiring dengan optimisme investor tentang pertumbuhan global dan laporan laba perusahaan.

Di sisi lain, Gubernur The Federal Reserve Janet Yellen menyatakan akan turun dari kedudukannya di Dewan Gubernur bank sentral AS tersebut setelah Jerome Powell dilantik.

Keputusan Yellen akan memberi Presiden Donald Trump spot keempat di Dewan Gubernur untuk diisikan. Sementara itu, risalah rapat The Fed dijadwalkan akan dirilis pada Rabu (22/11) waktu setempat.

Risalah ini akan memberi petunjuk kepada para investor terkait keinginan pada pembuat kebijakan untuk menaikkan suku bunga acuan tahun depan.

Dari Eropa, investor tetap memantau perkembangan politik di Jerman meskipun pasar berkonklusi bahwa pertumbuhan ekonomi negara tersebut tidak akan terancam dengan kegagalan diskusi antara Kanselir Angela Merkel dan mitra koalisi potensialnya.

Indeks Stoxx Europe 600 naik, sedangkan indeks DAX Jerman rebound dari level terendahnya dalam tujuh pekan. Merkel menyatakan skeptisismenya tentang pembentukan pemerintahan minoritas dan cenderung memilih diadakan pemilu baru apabila dia tidak dapat membentuk mayoritas.

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa asia

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup