IHSG Pekan Depan Masih Menghijau, Saatnya Akumulasi Beli

Sejumlah analis memprediksi IHSG masih akan lanjutkan penguatan dalam transaksi oekan deoan, meskipun lajunya akan sedikit teehambat.
Mia Chitra Dinisari | 19 November 2017 07:32 WIB
Pengunjung beraktivitas di dekat layar papan elektronik yang menampilkan indeks harga saham gabungan (IHSG) di kantor PT Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Senin (23/10). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA- Sejumlah analis memprediksi IHSG masih akan lanjutkan penguatan dalam transaksi oekan deoan, meskipun lajunya akan sedikit teehambat.

Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan IHSG secara teknikal membentuk pola long leg doji setelah menyentuh upper bollinger bands.

Indikator stochastic berpotensi menguat terbatas setelah golden-cross pada level oversold dengan indikator RSI yang menjenuh pada area dekat overbought.

"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung mixed tertahan diawal pekan dengan range 6015-6070," tulisnya dalam riset.

Saham-saham yang masih dapat diperhatikan AKRA, BSDE, CPIN, INDF, INTP, JSMR, ITMG, LSIP

Mengikuti bursa saham di Asia, IHSG (+0.23%) ditutup menguat 13.82 poin dilevel 6051.73 dengan saham sektor keuangan (+1.49%) memimpin penguatan dimana Saham BBNI, BMRI dan BBRI menguat. Investor asing tercatat net sell cukup besar 1.06 Triliun rupiah dengan net sell pasar reguler sebesar 580.42 Miliar dan pasar negosiasi 479.60 Miliar. Saham BBCA, BBRI dan TLKM menjadi yang teratas aksi jual bersih investor asing.

Analis Binaartha Securities Muhammad Nafan Aji Gusta menyebutkan IHSG masih akan lanjutkan koreksi sehat pekan depan.

IHSG dditutup menguat0.23% di level 6051.732 pada 17 November 2017. Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 6037.009 dan 6022.285.

Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 6079.404 dan 6107.075. Berdasarkan indikator daily, MACD masih membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic sudah jenuh jual dan RSI masih berada di area netral.

Terlihat pola bearish dragonfly doji star candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi sehat pada pergerakan indeks saham.

"Dengan demikian, IHSG akan berpotensi menuju ke area support pada level 6037 dan 6022, " tulis hasil risetnya.

Vice President Research Department William Surya Wijaya menyebutkan IHSG akan bergerak di level 5972 - 6123

Mengawali pekan baru terlihat IHSG masih akan terlihat cukup kuat untuk kembali melaju di zona positif, hal ini terlihat dari sisi fundamental perekonomian yang masih cukup kuat ditunjang dengan pola pergerakan IHSG yang terlihat masih berada dalam jalur uptrend baik jangka pendek hingga jangka panjang.

Hal ini tentunya dapat menjadi pedoman sehingga moment koreksi wajar adalah peluang yang dapat dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian,

" IHSG ini berpotensi menguat," tulisnya dalam riset.

 

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top