RELIANCE SECURITIES: IHSG Mencoba Gerak Reversal Jangka Pendek. Ini Rekomendasi Sahamnya

Reliance Securities memproyeksi IHSG akan mencoba bergerak reversal jangka pendek dalam perdagangan hari ini.
Mia Chitra Dinisari | 16 November 2017 06:04 WIB
Karyawati berdiri didekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (15/8). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Reliance Securities memproyeksi IHSG akan mencoba bergerak reversal jangka pendek dalam perdagangan hari ini.

Analis Lanjar Nafi mengatakan secara teknikal IHSG bergerak break out support dan menjauh dibawah level MA20. 

Momentum bearish sangat terasa jangka pendek pada indikator RSI dan Stochastic yang tertekan hingga pada zona jenuh jual. IHSG akan menguji support 5950 dan MA50 5936 jika kembali tertekan tidak mampu berbalik diatas MA20.

"Sehinggaa diperkirakan IHSG akan bergerak mencoba reversal jangka pendek dengan range pergerakan 5950-6000," tulisnya dalam riset.

Saham-saham yang masih dapat dicermati diantaranya APLN, ASRI, BBCA, CPIN, ICBP, LPKR, ADHI.

Kemarin, IHSG (-0.27%) ditutup terjatuh diakhir sesi perdagangan -15.98 poin dilevel 5972.31 dengan volume diatas rata-rata. Saham sektor pertambangan (-1.79%) dan Aneka industri (-1.27%) memimpin pelemahan.

Produsen batubara dalam negeri melemah setelah surat kementrian ESDM menginstruksikan PLN untuk mengkaji power purchase agreement contract (PPAs) dipulan jawa. Sehingga saham produsen pemasuk batubara PLN dan pemilik powerplant terkena dampaknya. Investor asing tercatat net sell 956.38 Miliar rupiah. 

Data neraca perdagangan Indonesia dirilis dibawah ekspektasi tercatat defisit $866 juta pada bulan oktober sehingga Neraca Perdagangan turun ke level $895 Juta dari $1.76 Triliun di periode sebelumnya. Penurunan ini diakibatkan bertumbuhnya aktifitas import jauh diatas ekspektasi 23.33% dari 13.13% diperiode sebelumnya.

Bursa saham di Eropa dibuka tertekan, Indeks Eurostox (-0.69%), FTSE (-0.33%) dan DAX (-0.94%) melemah seakan memperpanjang penurunan terpanjang dalam tahun ini. Pelemahan komdoitas tambang seperti harga minyak WTI dan Nikel berdampak signifikan pada perusahan tambang di Eropa. Sentimen selanjutnya dari dalam negeri tingkat suku bunga sedangkan dari Eropa akan ada data Inflasi hingga data pengangguran di AS.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top