Gencar Berinovasi untuk Tumbuh Lebih Besar

Segudang prestasi diukir PT Bahana TCW Investment Management kala menapaki usia 23 tahun. Kecermatan melakukan inovasi menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam membantu masyarakat menggapai masa depan gemilang.
MediaDigital | 23 Oktober 2017 00:00 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Segudang prestasi diukir  PT Bahana TCW Investment Management  kala menapaki usia 23 tahun. Kecermatan melakukan inovasi menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam membantu masyarakat menggapai masa depan gemilang.

Majalah Alpha South-East Asia belum lama kembali menobatkan ­Bahana TCW sebagai the best asset and fund manager in Indonesia 2017. Ini adalah penghargaan majalah internasional tersebut selama tiga tahun berturut-turut.

Keahlian Bahana TCW mengelola dana masyarakat khususnya melalui reksa dana telah menempatkan per­usahaan termasuk dalam tiga besar manajer investasi di Indonesia. Sejak tahun 2005, ­Bahana TCW dipercaya sebagai satu-satunya manajer investasi domestik yang mengelola ­cadang­an devisa 11 bank sentral di Asia ­Pasifik melalui reksa dana Asian Bond Fund–­Indonesia. Hingga pertengahan ­Oktober 2017, total dana kelolaan mandat internasional itu mencapai Rp3,3 ­triliun, sehingga menjadi reksa dana fixed income terbesar di Indonesia.

Edward Lubis, Direktur Utama ­Bahana TCW menuturkan reksa dana Asian Bond Fund – Indonesia ini memiliki risiko kredit yang  rendah sebab diinves­tasikan dalam surat utang nega­ra. Investor asing di luar bank sentral Asia Pasifik sangat menyukai imbal hasil di Indonesia, apalagi didukung oleh nilai tukar rupiah yang cukup stabil.

Peluang “cuan” tetap terbuka mengingat imbal hasil Indonesia masih lebih tinggi bila dibandingkan de­ngan negara berkembang lain apalagi ter­hadap negara maju. Kepercayaan investor terhadap Indonesia ­menguat sejak Standard and Poor’s (S&P) menyematkan peringkat layak investasi dengan menaikkan rating surat utang rupiah dan valuta asing bertenor jangka panjang dari BB+ menjadi BBB-.

Edward berharap imbal hasil yang menggembirakan itu tidak hanya dinikmati oleh investor asing, tetapi juga masyarakat Indonesia yang lebih luas. Baginya, untuk menyasar masyarakat ritel diperlukan edukasi berinvestasi secara bertahap dan berkelanjutan. Pada tahap awal yang perlu dilakukan adalah mengajarkan kepada masyarakat agar terbiasa menghadapi fluktuasi harga harian selama berinvestasi.

“Yang penting pokoknya aman, cuannya nyaman dan likuid pula,” demikian argumen Budi Hikmat, ­director for investor relation Bahana TCW yang banyak memberikan edukasi ber­investasi.

Masyarakat dapat memulai dengan reksa dana pasar uang sebab produk ini memiliki fluktuasi harga yang paling rendah. Bahana TCW memiliki produk investor pasar uang yang mayoritas ditempatkan dalam deposito. ­Edward menuturkan, masyarakat yang memiliki dana senilai Rp1 juta, bisa memperoleh imbal hasil setara dengan menyimpan dalam deposito dengan rate premium. Setelah nyaman dengan produk pasar uang, maka dilanjutkan dengan produk reksa dana pendapat­an tetap, reksa dana terproteksi, baru akhirnya reksa dana saham.

Bahana TCW juga memiliki divisi alternative investment yang menjadi pelopor penerbitan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) untuk mendukung sektor riil, terutama sektor infrastruktur yang menjadi fokus pemerintah saat ini. Ada RDPT Pelabuh­an untuk pembangunan pelabuhan, Bahana Industrial Fund USD I untuk mendukung produsen dan eks­portir tekstil, Bahana ­Construction Fund I untuk pembangunan pembang­kit listrik dan Bahana Pharmaceutical Fund untuk mendukung industri farmasi. Pada tahun ini, Bahana sedang menuntaskan pembentukan RDPT Infrastruktur Jalan Tol.

Adapun dana kelolaan Bahana TCW hingga Oktober 2017 mencapai Rp45,6 triliun. Dia menuturkan, pe­ningkatan dana kelolaan selama tahun 2017 banyak didukung oleh masuknya dana melalui obligasi negara. Penempatan dana pada produk reksa dana saham, sambungnya, mulai tumbuh pada paruh kedua tahun ini menyusul semakin membaiknya pertumbuhan ekonomi domestik.

Pada 2018, Bahana TCW mempro­yeksikan pertumbuhan dana kelolaan hingga 12%  dengan target Rp50 triliun.

Mengantisipasi peralihan cara berinvestasi dari konvensional menjadi digital, mendorong Bahana TCW melakukan inovasi dengan memba­ngun sinar.bahanatcw.com. Perusahaan juga mengembangkan Bahana Pulse untuk pengguna smartphone yang memuat berbagai informasi investasi dan update kinerja reksa dana. Hingga September 2017, jumlah investor ritel yang memanfaatkan fasilitas online ini sudah mencapai 2.200 orang.

Bahana TCW juga aktif ber­peran menunjang kegiatan pendidikan, lingkungan dan kesehatan melalui pe­ngelolaan enam dana abadi (endow­ment fund). Total kelolaan dana abadi ini sudah mencapai Rp1,6 triliun. Bersama Iluni FEB UI, Bahana TCW mengelola reksa dana Makara Prima dan Bahana Protected Fund dengan dana kelolaan masing-masing mencapai Rp427,5 miliar dan Rp508 miliar. Dana abadi yang dipanen terutama dimanfaatkan untuk beasiswa yang tidak hanya diberi­kan kepada mahasiswa FEB UI, bahkan universitas lain di Indonesia. Sedangkan dengan alumni ITB digandeng melalui reksa dana Ganesha Abadi dengan dana kelolaan sebesar Rp132,8 miliar.

Empat dana abadi lainnya adalah Kehati Lestari bersama Yayasan Kehati dengan dana kelolaan senilai Rp174,3 miliar. Bahana MES Syariah Fund setelah menggandeng Masyarakat Ekonomi Syariah dengan dana kelolaan senilai Rp88,3 miliar. Ada juga reksa dana syariah Bahana PTS Gene­rasi Gemilang buah kerjasama dengan Yayasan Alumni Peduli IPB yang menghimpun Rp20,4 miliar. Sedangkan ­Bahana Pendapatan Tetap Indonesia Sehat hadir bersama BPJS Kesehatan dengan total kelolaan Rp242,9 miliar.

Untuk terus meningkatkan jumlah dana kelolaan, Bahana TCW berencana menambah satu lagi bank saluran distribusi. Direktur Bahana TCW Rukmi Proborini menuturkan jumlah saluran distribusi melalui perbankan sudah 11 bank yang meliputi BUMN hingga bank asing.  Bahana TCW juga sedang menjalin kerja sama dengan ­e-commerce, DOKU dan penyedia e-money lainnya. Perseroan menilai potensi dari ­e-commerce sangat besar terutama dalam mendukung program inklusi keuangan dengan tantangan meningkatkan efisiensi pengelolaan.

Untuk meningkatkan efisiensi transaksi online, Bahana TCW mengembangkan protokol komunikasi berbasis application programming interface (API) yang bisa melakukan antar muka berbagai aplikasi e-commerce dan membantu me-rekap seluruh transaksi pada akhir hari. Edward menambahkan, penggunaan jalur distribusi financial technology baru akan dimulai.

Saat ini, Bahana TCW masih dalam tahap persiapan dan pada semester I/2018 direncanakan sudah bisa diluncurkan, khususnya untuk meningkatkan tran­saksi ritel. Edward menyakini dengan mengkapitalisir perkembang­an teknologi, Bahana TCW terus mempersembahkan prestasi dalam ranah investasi guna berbakti kepada ­negeri. 

Tag : bahana securities, bahana TCW
Editor : MediaDigital

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top