Indonesia Power Catatkan Efek Berangun Aset Rp3,68 Triliun

Indonesia Power (IP) mencatatkan Efek Berangun Aset (EBA) Danareksa Indonesia Power PLN1-Piutang Usaha (EBA DIPP1) sebesar Rp3,68 triliun dengan bunga 8,25% dan tenor lima tahun.
Agnes Savithri
Agnes Savithri - Bisnis.com 20 September 2017  |  10:55 WIB
Indonesia Power Catatkan Efek Berangun Aset Rp3,68 Triliun
Petugas melakukan pemeriksaan fasilitas Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) Panglima Besar Soedirman PT Indonesia Power Unit Pembangkitan (UP) Mrica di Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (25/7). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA--PT Indonesia Power (IP) mencatatkan Efek Berangun Aset (EBA) Danareksa Indonesia Power PLN1-Piutang Usaha (EBA DIPP1) sebesar Rp3,68 triliun dengan bunga 8,25% dan tenor lima tahun.

Acara pencatatan yang dilakukan pada Rabu, (20/9/2017) di Bursa Efek Indonesia tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Eksekutif Pengawas Bidang Pasar Modal OJK Hoesen dan jajaran stakeholder lainnya.

Pada tahap pertama ini, KIK EBA yang ditawarkan sebesar Rp4 triliun dengan aset dasar yang disekuritisasikan adalah aset keuangan berupa piutang penjualan ketenagalistikan dari PLTU Suralaya 1-4.

Penerbitan EBA DIPP1 ini seiring dengan rencana strategis IP untuk melakukan sekuritisasi EBA sebanyak-banyaknya Rp10 triliun dan dilakukan secara bertahap hingga akhir 2018.

Penawaran yang telah berlangsung mulai 4-11 September 2017 ini mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 2,7x yakni mencapai Rp10,05 triliun dari target Rp4 triliun.

Target dari penawaran umum EBA dibagi menjadi dua yakni kelas A sebesar Rp3,688 triliun dan penawaran terbatas EBA kelas B sebesar Rp312 miliar.

Terkait penawaran terbatas EBA kelas B, Direktur Indonesia Power Sripeni Inten Cahyani mengungkapkan perseroan membeli penawaran terbatas EBA kelas B tersebut.

"Sekuritisasi aset keuangan IP mengalami kelebihan permintaan hingga 2,7 x yakni mencapa Rp10,05 triliun dari target Rp4 triliun. Sementara itu untuk penawaran terbatas EBA kelas B, perseroan membeli seluruhnya senilai Rp312 miliar," ujarnya, Rabu (20/9).

Saat ini, IP mengelola operasi dan pemeliharaan 14.826 MW pembangkit terdiri dari 8 unit pembangkit, yakni Suralaya, Semarang, Perak Grati, Saguling, Bali, Mrica, Priok dan Kamojang. Selain itu terdapat satu unit pemeliharaan dan mengoperasikan 13 pembangkit milik PLN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kik eba

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top