2017, Produksi Baja China Naik Tipis

Volume produksi baja China pada 2017 diperkirakan tumbuh tipis 3%-5% year on year (yoy) seiring dengan penurupan produksi sejumlah pabrik kecil. Di sisi lain, sejumlah pemain besar justru memacu pasokan di tengah melambungnya harga.
Hafiyyan | 17 September 2017 19:10 WIB
Bisnis.com, JAKARTA--Volume produksi baja China pada 2017 diperkirakan tumbuh tipis 3%--5% year on year (yoy) seiring dengan penurupan produksi sejumlah pabrik kecil. Di sisi lain, sejumlah pemain besar justru memacu pasokan di tengah melambungnya harga.
 
Vice president China Iron and Steel Association (CISA) Qu Xiuli mengatakan, produsen baja terbesar di dunia itu akan menghasilkan crude teel sebesar 840 juta ton pada 2017, atau meningkat 3%-5% yoy. 
 
"Tahun lalu, China menghasilkan 808 juta ton baja," paparnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (17/9/2017).
 
Produksi baja dari anggota CISA, yang memiliki kapasitas produksi tahunan di atas 1 juta ton, meningkat 6,8% yoy pada Januari-Juli 2017. Adapun industri kecil mengurangi suplai baru sebesar 2% yoy.
 
Pengurangan produksi industri kecil terjadi setelah pemerintah China menutup kapasitas suplai baja sebesar 120 juta ton yang menggunakan teknologi tingkat rendah pada semester I/2017. Langkah ini bertujuan mengekang polusi akibat aktivitas pabrik.
 
Menurut Qu, dari 808 juta ton baja yang dihasilkan pada 2016, hanya sekitar 36% diproduksi oleh 10 pabrik terbesar di China. Kesepuluh perusahaan itu diperkirakan menaikkan produksinya pada tahun ini.
 
Peningkatan produksi sejalan dengan menguatnya harga. Pada Januari-Juli 2017, harga patokan ekspor baja naik 43,3% yoy menjadi US$686 per ton. 
Tag : komoditas, baja, logam industri
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top