Bisnis.com, JAKARTA--PT Lamicitra Nusantara Tbk. membukukan laba tahun berjalan senilai Rp7,19 miliar pada semester I/2017 atau turun dari periode yang sama sebelumnya.
Emiten properti ini, pada semester I/2017 membukukan pendapatan usaha senilai Rp50,81 miliar, naik tipis Rp50,44 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, beban pokok pendapatan pada Juni 2017 mencapai Rp19,2 miliar, naik 21,36% year on year dari posisi Rp15,82 miliar.
Penaikan beban pokok pendapatan yang lebih tinggi ketimbang pendapatan usaha membuat laba kotor LAMI tergerus. Adapun nilai laba kotor pada Juni 2017 mencapai Rp31,61 miliar, atau terkontraksi 8% dari posisi Rp34,61 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dalam laporan keuangan Juni 2017, Selasa (25/7/2017) tercatat liabilitas dan ekuitas mencapai Rp657,77 miliar, dengan komposisi liabilitas Rp80,38 miliar dan ekuitas senilai Rp577,39 miliar.
Sebagai informasi, LAMI kini berencana untuk melakukan delisting (menghapus pencatatan saham perseroan dari Bursa Efek Indonesia) dengan harga tebusan atas saham yang telah beredar di publik senilai Rp531,- per saham.
Dalam keterbukaan informasi perseroan di Bursa Efek Indonesia, Manajemen Perseroan mengungkapkan rencana tersebut dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa sejak perseroan mencatatkan sahamnya di BEI pada 2001 lalu, perseroan tidak pernah melakukan aksi korporasi apapun.