Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BUMN Gencar Emisi MTN

Sejumlah BUMN yang belum melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melirik surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) sebagai salah satu instrumen pendanaan pada 2017.
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau proyek pembangunan seksi I ruas jalan tol Pekanbaru - Kandis - Dumai, Minggu (23/7)./Setkab
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) dan Menteri BUMN Rini Soemarno meninjau proyek pembangunan seksi I ruas jalan tol Pekanbaru - Kandis - Dumai, Minggu (23/7)./Setkab

Bisnis.com, JAKARTA--Sejumlah BUMN yang belum melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melirik surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) sebagai salah satu instrumen pendanaan pada 2017.

Sepanjang tahun ini, sejumlah BUMN maupun entitas anak BUMN telah menerbitkan MTN sebagai salah satu sumber pendanaan alternatif. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia, BUMN itu antara lain PT Len Industri (Persero), Perum Perumnas, PT Permodalan Nasional Madani (Persero), PT Industri Kereta Api (Persero), PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero).

Berdasarkan data KSEI, PNM tercatat menjadi BUMN yang paling rutin menerbitkan MTN sepanjang 2017. MTN yang telah diterbitkan PNM sebesar Rp635 miliar. Di sisi lain, Industri Kereta Api menerbitkan MTN Rp600 miliar, Len Industri menerbitkan Rp450 miliar, Perumnas Rp300 miliar dan sebagainya.

Dikonfirmasi apakah perseroan berencana kembali menerbitkan MTN pada semester II/2017, Direktur Keuangan Perumnas Hakiki Sudrajat mengatakan perseroan melihat sejumlah opsi pendanaan.

"Dari perbankan juga kita jajaki. Keseluruhan pendanaan untuk modal kerja," katanya ketika dihubungi Bisnis.

Seperti diketahui, lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia menyatakan prospek untuk peringkat perusahaan adalah stabil. Pefindo juga menetapkan peringkat idBBB+ untuk MTN senilai Rp300 miliar tersebut yang akan digunakan perusahaan untuk membiayai modal kerja, akuisisi lahan, dan belanja modal.

Pefindo juga menegaskan peringkat idBBB+ untuk MTN III seri A/2015 senilai Rp200 miliar yang jatuh tempo pada pekan lalu atau 14 Juli 2017. Perumnas berencana menggunakan dana internal untuk melunasi MTN yang jatuh tempo tersebut. Posisi kas obligor berkode PRNS per 31 Desember 2016 adalah Rp1,6 triliun, termasuk sisa Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp862 miliar.

Dalam kesempatan lain, BUMN konstruksi PT Brantas Abipraya (Persero) juga berencana menerbitkan MTN dengan nilai sekitar Rp300 miliar sebagai salah satu sumber pendanaan pada 2017.

Direktur Keuangan Brantas Abipraya Suradi mengatakan dana hasil penerbitan MTN itu akan digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek turn key jangka menengah. “Banyak penawaran yang sifatnya contractor project pre-financing. Kita talangin dulu,” katanya.

Seperti diketahui, Brantas Abipraya merupakan perusahaan konstruksi yang mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur. Pada saat ini, perusahaan ini melebarkan kegiatan usahanya di industri properti dan jalan tol.

Sebelumnya, Brantas pernah memanfaatkan pasar modal untuk mendapatkan dana. Pada 2015, perusahaan menerbitkan obligasi senilai Rp300 miliar dimana surat utang itu akan jatuh tempo pada 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yodie Hardiyan
Editor : Maftuh Ihsan

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper