Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

DUGAAN PENIPUAN HARGA BERAS: Kasus Hukum AISA, Ganjal IPO Anak Usaha

Maraknya pemberitaan tentang dugaan penggunaan beras medium bersubsidi menjadi beras premium oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. berpotensi mengganjal rencana penawaran saham perdana anak usahanya.
TPS Food/tigapilar.com
TPS Food/tigapilar.com

Bisnis.com, JAKARTA--Maraknya pemberitaan tentang dugaan penggunaan beras medium bersubsidi menjadi beras premium oleh PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk. berpotensi mengganjal rencana penawaran saham perdana anak usahanya.

Analis NH Korindo Sekuritas Joni Wintarja mengungkapkan temuan polisi tersebut berpeluang menghadang rencana anak usaha beras Tiga Pilar yakni PT Dunia Pangan. Dia mengungkapkan, manajemen harus bertindak cepat dan melakukan paparan publik.

"Bila IPO ditunda, maka pertumbuhan divisi beras akan tertunda. Bisa saja AISA kesulitan dapat izin dari OJK," ungkapnya, Jumat (21/7/2017).

AISA berencana melepas 20%-30% saham yang dimiliki di Dunia Pangan kepada publik pada akhir tahun ini. Bila fundamental perseroan bagus, kata Joni, tuduhan kepada anak usaha akan menganggu bisnis beras AISA pada jangka panjang.

Dalam bisnis konsumsi, Joni mengungkapkan, kesetiaan konsumen dalam menggunakan produk yang dimiliki harus dijaga. Dia mengungkapkan, kasus yang dialami AISA bisa membuat konsumen berbalik arah. Joni memproyeksikan harga saham AISA berpotensi jatuh Rp1.000 per lembar.

Perseroan memproyeksikan pertumbuhan penjualan pada 2017 sebesar 16,33% dan marjin laba kotor konsolidasi menjadi 26,50%.

Adapun PT Dunia Pangan (DP) bergerak di bidang perdagangan beras sejak 2006 di Sragen, Jawa Tengah.

AISA mulai masuk ke bisnis beras pada 2010, setelah mengakuisisi PT Dunia Pangan (DP) dan mengakuisisi pabrik beras PT Jatisari Srirejeki.

Sampai 2016, DP memiliki lima anak perusahaan yang bergerak dalam produksi dan perdagangan beras dengan total kapasitas sebesar 480.000 ton per tahun.

Kini Dunia Pangan mempunyai lima anak usaha yang bergerak dalam produksi dan perdagangan beras, yaitu PT Indo Beras Unggul (IBU), PT Jatisari Srirejeki (JSR), PT Sukses Abadi Karya Inti (SAKTI), PT Tani Unggul Usaha (TUU), dan PT Swasembada Tani Selebes (STS).

IBU didirikan pada 2008 dan mulai beroperasi sejak Juni 2010. Kini IBU menjadi tertuduh penyebab kerugian negara.

Jenis Beras Tiga Pilar Sejahtera

Merek

Jenis Beras

Maknyuss

-

Cap Ayam Jago

Pulen

Jatisari Sentra Ramos

tekstur pulen

Istana Bangkok

-

Al Platinum

-

Desa Cianjur

Ramos dan Pandan Wangi

Beras Rumah Adat

-

Rajolele Dumbo

jenis rajolele dari Jawa Tengah dan Jawa Timur

Sumber: laman Tiga Pilar Sejahtera, diolah

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Saeno
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper