Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham China ditutup melemah pada perdagangan hari ini, Jumat (16/6/2017) karena data inflasi produsen dan investasi memperkuat kekhawatiran akan perlambatan ekonomi negeri tirai bambu ini.
Indeks Shanghai Composite ditutup melemah 0,30% atau 9,32 poin ke level 3.123,17, sedangkan indeks CSI 300 ditutup turun 0,28% atau 10,03 poin ke level 3.518,76.
Untuk minggu ini, indeks CSI300 melemah 1,6%, sementara Shanghai Composite terkoreksi 1,1%.
Reli saham blue-chip yang telah jauh mengungguli saham-saham kecil tahun ini nampaknya mulai memudar di tengah tanda-tanda pengetatan moneter dan perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Shanghai SE 50 Index, indeks yang melacak 50 saham blue-chip paling representatif di Shanghai, merosot 2,6%, membukukan pekan terburuknya di tahun 2017.
Sementara itu, data ekonomi pekan ini menunjukkan bahwa ekonomi China pada umumnya tetap pada pijakan yang solid di bulan Mei, namun kebijakan moneter yang lebih ketat, penurunan pasar perumahan dan perlambatan investasi memperkuat pandangan bahwa ekonomi akan kehilangan momentum dalam beberapa bulan mendatang.
Baca Juga
Yu Gang, analis di Zhongtai Securities, mengatakan potensi kenaikan saham di bursa China terbatas karena likuiditas masih ketat di saat saat biaya pinjaman meningkat.
Sebagai langkah bank sentral China untuk menstabilkan sentimen pasar, People's Bank of China (PBOC) menyuntikkan dana bersih 410 miliar yuan (US$60,17 miliar) ke pasar uang minggu ini.