TMAS Alokasikan Capex US$10 Juta

Emiten pelayaran PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. menganggarkan belanja modal US$10 juta pada 2017 untuk penambahan dua kapal baru guna melayani rute pelayaran di Indonesia Timur.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 17 April 2017  |  16:28 WIB
TMAS Alokasikan Capex US$10 Juta
Temas Line. - temasline.com

 

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pelayaran PT Pelayaran Tempuran Emas Tbk. menganggarkan belanja modal US$10 juta pada 2017 untuk penambahan dua kapal baru guna melayani rute pelayaran di Indonesia Timur.

Sutikno Khusumo, Managing Director Tempuran Emas, mengatakan bahwa dua kapal tersebut rencananya masing-masing berkapasitas minimal 2.500 TEUs.

Emiten dengan kode saham TMAS ini sudah memiliki 34 unit armada kapal untuk melayani rute pelayaran peti kemas ke seluruh Indonesia. Total kapasitas armada perseroan mencapai 25.785 TEUs.

Dengan penambahan dua armada tersebut, target kapasitas kapal perseroan hingga akhir tahun ini akan mencapai total 30.783 TEUs dengan total 36 unit kapal.

“Belanja modal yang akan kami investasikan senilai US$10 juta adalah untuk penambahan dua unit kapal 2.500 TEus sehingga bisa melayani rute dari Ambon ke seluruh Papua dan sebaliknya,” katanya dalam acara public expose, Senin (17/4/2017).

TMAS memang menjadikan Ambon sebagai pelabuhan hub, sehingga distribusi barang ke Papua semakin lancar. Sejak akhir kuartal pertama tahun ini, TMAS sudah mengoperasikan rute pendulum service A3 yang melayani jalur Belawan—Jakarta—Surabaya—Makassar—Ambon.

TMAS menyiapkan, tiga kapal untuk rute tersebut. Dua kapal baru yang akan diadakan tahun ini adalah untuk melayani rute dari Ambon ke sejumlah pelabuhan kecil di Papua.
Tahun lalu, TMAS telah membuka tujuh pelayanan pelabuhan baru, yang mana empat di antaranya berada di Papua dan kepulauan sekitarnya. Keempatnya yakni Timika, Marauke, Serui dan Tuai. Dua lainnya berada di Kalimantan, yakni Kumai dan Sampit, serta satu di Sumatra yakni Malahayati.

Hingga akhir Maret 2017, TMAS sudah membuka layanan ke 32 pelabuhan, lima di antaranya baru direalisasikan pada kuartal pertama tahun ini. Perseroan menargetkan akan membuka sembilan pelabuhan baru lagi sepanjang sisa tahun ini sehingga di akhir tahun perseroan sudah melayani 41 pelabuhan.

“Tujuan kami adalah membuka sampai 50 pelabuhan, kami branding network kami. Tujuan utamanya agar publik tidak bingung ketika hendak mengirim barang. Mereka akan bisa mengirim barang ke mana saja melalui TMAS,” katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
belanja modal

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top