2016, Pendapatan Emiten Kertas Suparma (SPMA) Naik 19,17%

Emiten kertas PT Suparma Tbk. membukukan kenaikan pendapatan 19,17% year-on-year menjadi Rp1,93 triliun sepanjang 2016.
Ana Noviani | 30 Maret 2017 16:49 WIB
Ilustrasi - ptsuparmatbk.com

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten kertas PT Suparma Tbk. membukukan kenaikan pendapatan 19,17% year-on-year menjadi Rp1,93 triliun sepanjang 2016.

Berdasarkan laporan keuangan 2016 yang dipublikasikan Kamis (30/3/2017), penjualan bersih emiten berkode saham SPMA itu naik dari Rp1,62 triliun menjadi Rp1,93 triliun. Penjualan bersumber dari serapan pasar domestik senilai Rp1,82 triliun dan ekspor Rp107,69 miliar.

Setelah dikurangi beban pokok penjualan yang mencapai Rp1,62 triliun, laba kotor SPMA mencapai Rp311,54 miliar. Tahun lalu, SPMA mengantongi laba selisih kurs senilai Rp25,13 miliar namun beban lain-lain membengkak menjadi Rp16,33 miliar dan taksiran penghasilan pajak tangguhan sebesar Rp30,29 miliar.

Akibatnya, profitabilitas SPMA berbalik menjadi positif sebesar Rp81,06 miliar dari rugi tahun berjalan sebesar Rp42,59 miliar pada 2015. Laba per saham dasar SPMA naik menjadi Rp53 per saham.

Sejalan dengan rilis laporan keuangan 2016, harga saham SPMA menanjak pada perdagangan Kamis (30/3). Berdasarkan data Bloomberg, saham SPMA melompat 21,05% atau 40 poin ke level harga Rp230 per saham. Pada akhir perdagangan, kapitalisasi pasar SPMA mencapai Rp486,35 miliar dengan price per earnings ratio (PER) 5,23 kali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top