PREDIKSI BURSA 22 MARET: KGI Sekuritas Rekomendasi Saham BNGA, INCO, LSIP, WSBP

PT. KGI Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan besok, Rabu (22/3/2017) bergerak di kisaran support 5.490-5.510-5.410-5.310, dan resisten 5.600-5.690
Linda Teti Silitonga | 21 Maret 2017 18:34 WIB
Mengamati pergerakan harga saham. - .Antara/M Agung Rajasa

Bisnis.com, JAKARTA- PT. KGI Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan besok, Rabu (22/3/2017) bergerak di kisaran support 5.490-5.510-5.410-5.310, dan resisten 5.600-5.690.

 “Laju kenaikan IHSG masih berlanjut,” kata Periset Senior KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko dalam risetnya.

Dikemukakan laju kenaikan IHSG, walaupun masih sering digempur oleh aksi penjualan kaum beruang, masih dapat berlanjut hingga menciptakan daerah support baru di atas level psikologis 5.500 yang dulu merupakan resisten kuat.

“Rekomen untuk melakukan akumulasi saham big cap dan lapis dua pilihan secara lebih intensif untuk mengikuti siklus kenaikan berikutnya,” kata Yuganur dalam rsietnya yang diterima sore ini, Selasa (21/3/2017).

KGI Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham berikut:

  • Bank Niaga (BNGA) (Trading target: Rp.1.100-1.200)

Secara teknikal pattern perbaikan short dan medium term trend di emitten perbankan ini membuatnya menarik untuk di akumulasi melihat kinerja expektasi earnings kedepan di 2017 dengan skenario kenaikan berikutnya menuju resistance psikologis di Rp.1.100-1.200.

Entry (1) Rp.1.015, Entry (2) Rp.995, Cut loss point: Rp.975

  • London Sumatra (LSIP) (Trading target Rp.1.600-1.700)

Pattern perbaikan momentum dalam short dan medium term emitten CPO ini dapat digunakan sebagai trading opportunity mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya ke resistance psikologis Rp.1.600-1700.

Entry (1) Rp.1.485, Entry (2) Rp.1.470, Cut loss point: Rp.1.430

  • Vale International (INCO) (Trading target Rp.2.650-2.850)

Harga komoditas yang mulai rebound dari low 10 tahun terakhir setelah tertekan sekian lama membuat emitten tambang ini menarik untuk di akumulasi jangka medium-term, rekomen akumulasi untuk potensi kenaikan berikutnya ke Rp.2.650-2.850.

Entry (1) Rp.2.340, Entry (2) Rp.2.240, Cut loss point: Rp.2.190

  • Waskita Beton (WSBP) (BUY) (Trading Target: Rp.610)

Pattern perbaikan momentum dalam short dan medium term emitten property ini dapat digunakan sebagai trading opportunity mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya ke resistance psikologis Rp.610

Entry (1) Rp.535, Entry (2) Rp.525, cut loss point: Rp.505

Tag : IHSG
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top