Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Divestasi Cipali, SSIA Bakal Fokus di Subang

PT Surya Semesta Internusa Tbk. bakal fokus untuk mengembangkan kawasan industri di Subang setelah melakukan divestasi di jalan tol Cikopo-Palimanan senilai Rp2,56 triliun.
Surya Semesta Internusa/Istimewa
Surya Semesta Internusa/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Surya Semesta Internusa Tbk. bakal fokus untuk mengembangkan kawasan industri di Subang setelah melakukan divestasi di jalan tol Cikopo-Palimanan senilai Rp2,56 triliun.

Perseroan juga tengah melakukan persiapan untuk memprakarsai proyek jalan tol Subang-Patimban.

Dalam publikasi yang dirilis Surya Internusa, Senin (30/1/2017), anak usaha perseroan PT Karsa Sedaya Sejahtera (KSS) dan PT Nusa Raya Cipta Tbk. telah meneken perjanjian jual beli bersyarat dengan PT Astratel Nusantara.

KSS menjual seluruh sahamnya di PT Bhaskara Utama Sedaya (BUS) senilai Rp2,34 triliun sedangkan saham milik NRC dilego seharga Rp223 miliar. BUS merupakan pemegang 45% saham PT Lintas Marga Sedaya, operator tol Cipali.

Presiden Direktur Surya Internusa, Johannes Suriadjaja, mengatakan perseroan bakal menjajaki investasi baru karena dana hasil penjualan saham BUS terbilang material. Namun hingga saat ini perseroan belum menentukan penggunaan dana tersebut.

"Katalis positif berikutnya adalah [kawasan industri] Subang. Kami vey excited untuk di 2018 dan 2019," jelasnya kepada Bisnis.com, Senin (30/1).

Johannes mengungkapkan, tahun ini emiten bersandi saham SSIA itu membidik tambahan lahan sekitar 500 hektare. Untuk itu, SSIA bakal tetap merilis obligasi senilai Rp1 triliun untu akuisisi lahan. 

Hingga Desember 2016, luas lahan yang sudah diakuisisi SSAI mencapai 531 hektare. Luas izin lokasi yang sudah dikantongi SSIA mencapai 2.000 hektare.

Selain kawasan industri, SSIA juga bakal membidik konsesi tol Subang-Patimban sejauh 38 km. Johannes menyebut perseroan tengah melakukan penjajaan dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk membentuk konsorsium yang akan memprakarsai proyek tersebut.

Perlu diingat, dalam proses tender, inisiator atau pemrakarsa bakal mendapat hak istimewa, yakni hak menyamakan harga atau right to match. Hak ini membuat kans memenangkan tender sangat besar.

Menurut Johannes, saat ini perseroan masih menghitung biaya investasi yang bakal dibutuhkan untuk membangun jalan tol sepanjang 38 km itu. Bila semua berjalan sesuai harapan, pembangunan jalan tol bakal dimulai pada 2018. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rivki Maulana
Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper