Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Proyeksi Produksi Turun, CPO Tembus 3.100 Ringgit

Harga minyak kelapa sawit atau CPO berhasil menembus 3.100 ringgit per ton atau level tertinggi sejak Juli 2012 akibat ekspektasi penurunan produksi dan pelemahan ringgit.nn
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 05 Desember 2016  |  20:08 WIB
Proyeksi Produksi Turun, CPO Tembus 3.100 Ringgit
Ilustrasi kelapa sawit - Reuters/Samsul Said
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak kelapa sawit atau CPO berhasil menembus 3.100 ringgit per ton atau level tertinggi sejak Juli 2012 akibat ekspektasi penurunan produksi dan pelemahan ringgit.

Pada penutupan perdagangan Selasa (29/11), harga CPO kontrak Februari 2017 naik 59 poin atau 1,92% menuju 3.135 ringgit (US$705,44) per ton. Harga menunjukkan kenaikan 26% sepanjang tahun berjalan dan menjadi posisi tertinggi sejak Juli 2012.

David Ng, derivatives specialist Phillip Futures, mengatakan harapan penurunan produksi minyak kelapa sawit dan pelemahan ringgit mendukung reli harga CPO. Survei CIMB Futures dari 25 area perkebunan memprediksi produksi sawit mentah turun 3,5% secara bulan (month on month/mom) menuju 1,62 juta ton.

Sepanjang November, ringgit sudah terkoreksi 6,5%. Adapun hari ini ringgit melemah 0,11% menuju 4,45 per dolar AS.

JP Morgan dalam publikasi risetnya menyampaikan, dalam waktu dekat harga CPO berhasil menembus level 3.000 ringgit per ton akibat dukungan dari lonjakan harga kedelai dan pelemahan ringgit.

Kedelai sebagai komoditas substitusi CPO berhasil menanjak karena peningkatan penggunaan bahan bakar nabati di AS untuk 2017, sehingga menaikkan proyeksi permintaan.

Morgan mempertahankan pandangan harga CPO akan terus melaju sampai kuartal I/2017. Faktor utama yang mendukung adalah rendahnya persediaan minyak nabati global dan musim produksi kelapa sawit yang masih sedikit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas harga cpo ringgit
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top