Adaro Energy (ADRO) Bayar Utang US$109 Juta

Emiten tambang batu bara PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) telah melunasi pinjaman perbankan sebesar US$109 juta dalam periode sembilan bulan pertama tahun ini. Pembayaran tersebut membuat utang bersih perseroan menipis 43% secara tahunan menjadi US$511 juta.
Sukirno | 02 November 2016 21:04 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten tambang batu bara PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) telah melunasi pinjaman perbankan sebesar US$109 juta dalam periode sembilan bulan pertama tahun ini.

Pembayaran tersebut membuat utang bersih perseroan menipis 43% secara tahunan menjadi US$511 juta.

Hingga saat ini, ADRO masih memiliki fasilitas pinjaman sebesar US$80 juta yang belum digunakan. Sehingga, total akses likuiditas ADRO mencapai US$1 miliar, termasuk dana kas senilai US$964 juta.

"Jadwal pembayaran utang masih berada di level terkendali, sekitar US$ 270 juta per tahun," kata Direktur Utama ADRO Garibaldi Thohir, Rabu (2/11/2016).

Produksi batu bara ADRO telah mencapai 39,3 ton atau 75,57% dari total target sepanjang tahun sebanyak 52-54 ton.

Volume penjualan terkoreksi 2% menjadi 40,45 juta ton dengan harga jual rerata turun 14%.Manajemen ADRO mengencangkan ikat pinggang dengan efisiensi pada biaya operasional.

Beban pokok pendapatan ADRO berhasil diturunkan 22% menjadi US$1,31 miliar. Margin laba kotor naik 27% menjadi 26,2% dari US$20,7%.

Adaro telah menyerap belanja modal (capital expenditure/Capex) senilai US$107 juta. Senilai US$66 juta dari dana belanja modal digunakan untuk membeli alat berat.

"Adaro berkomitmen penuh terhadap rencana produksinya untuk kuartal keempat. Kenaikan supply di pasar domestik yang telah direncanakan juga merupakan suatu hal yang patut diketahui," tuturnya.

 

Tag : utang, adaro
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top