Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA KARET 27 OKTOBER: Yen Melemah Hari Keempat, Kontrak April Lampaui Level 180

Harga karet untuk pengiriman April 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange, melesat 2,40% atau 4,30 poin ke 183,30 yen per kilogram (kg) pada pukul 08.17 WIB.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 Oktober 2016  |  08:43 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan harga karet terpantau melesat pada perdagangan pagi ini, Kamis (27/10/2016), sejalan dengan melemahnya kinerja mata uang yen Jepang.

Harga karet untuk pengiriman April 2017, kontrak teraktif di Tokyo Commodity Exchange, melesat 2,40% atau 4,30 poin ke 183,30 yen per kilogram (kg) pada pukul 08.17 WIB.

Sebelumnya, harga karet kontrak Maret dibuka dengan kenaikan tajam 1,12% atau 2 poin di posisi 181 yen per kg.

Pada saat yang sama, nilai tukar yen Jepang terpantau melemah 0,12% atau 0,13 poin ke 104.60 per dolar pada pukul 08.24 WIB setelah dibuka turun tipis 0,01% atau 0,01 poin di posisi 104,48.

Pelemahan yen terhadap dolar AS terjadi untuk hari keempat di tengah tumbuhnya kepercayaan diri bank sentral AS Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuannya tahun ini di saat Bank of Japan (BOJ) memilih mempertahankan program stimulusnya.

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak April 2017 di TOCOM

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

27/10/2016

(Pk. 08.17 WIB)

183,30

+2,40%

27/9/2016

179,00

-

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top